VIVA – Hari Kenaikan Yesus Kristus yang diperingati pada Kamis, 14 Mei 2026, membuat sebagian masyarakat penasaran dengan dua istilah yang digunakan di Indonesia, yakni “Kenaikan Isa Almasih” dan “Kenaikan Yesus Kristus”.
Pasalnya, sejumlah media nasional hingga unggahan di media sosial masih ada yang memakai istilah “Isa Almasih”, sementara lainnya sudah menggunakan “Yesus Kristus”. Hal itu pun membuat banyak orang bertanya-tanya apakah keduanya sebenarnya berbeda atau justru merujuk pada perayaan yang sama?
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia.
“Selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus Tahun 2026 kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia. Semoga peringatan ini membawa kedamaian, sukacita, dan semangat baru dalam membangun kehidupan yang harmonis,” ujar Menag di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026.
Menag berharap momentum keagamaan tersebut dapat memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Lalu sebenarnya, apakah Kenaikan Isa Almasih dan Kenaikan Yesus Kristus berbeda?
Perbedaan Kenaikan Isa Almasih dan Kenaikan Yesus KristusSecara umum, kedua istilah tersebut memiliki arti yang sama. Keduanya sama-sama merujuk pada peristiwa kenaikan Yesus ke surga setelah kebangkitan-Nya dari kematian. Namun, perbedaan terletak pada penyebutan dan latar tradisinya.
Istilah “Isa Almasih” berasal dari bahasa Arab yang umum digunakan dalam tradisi Islam. Kata “Isa” merujuk pada Yesus, sedangkan “Al-Masih” berarti Mesias. Penyebutan ini sudah lama digunakan di Indonesia, termasuk dalam kalender nasional dan berbagai dokumen resmi negara selama puluhan tahun.
Sementara itu, istilah “Yesus Kristus” lebih umum digunakan dalam tradisi Kristen dan Katolik, termasuk dalam Alkitab berbahasa Indonesia serta kegiatan ibadah gereja. Karena itulah, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia kerap menemukan dua istilah berbeda untuk perayaan yang sama.
Pemerintah Indonesia Resmi Ganti Nama jadi Kenaikan Yesus KristusMenariknya, pemerintah Indonesia kini resmi menggunakan istilah “Kenaikan Yesus Kristus” sebagai nama hari libur nasional. Perubahan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2024 tentang Hari-hari Libur yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 29 Januari 2024.





