Praktisi ingatkan konversi energi ke CNG harus berdayakan masyarakat

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Praktisi kewirausahaan Khalilur Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur mengingatkan konversi energi ke Gas Alam Terkompresi (CNG) dari Gas Minyak Bumi Cair (LPG) harus diperkuat dengan komitmen pemerintah untuk memberdayakan masyarakat di daerah penghasil gas.

Pasalnya, kata dia, langkah konversi energi tersebut merupakan momentum besar yang patut disambut dengan rasa syukur.

"Berbeda dengan LPG yang masih banyak bergantung pada impor, CNG bersumber dari gas bumi yang tersedia di dalam negeri," ucap Gus Lilur dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dia berpendapat pemberdayaan masyarakat di daerah penghasil gas akan membuat masyarakat tidak hanya menjadi penonton dan masih berkekurangan di tengah kekayaan gas alam melimpah.

Jika kebijakan tersebut dijalankan dengan benar, kata dia, negara bisa menghemat devisa, subsidi dapat ditekan, dan masyarakat berpeluang mendapatkan energi dengan harga yang lebih murah.

Dengan demikian tak hanya bagi Indonesia, Gus Lilur menyebut konversi energi dari LPG ke CNG pun memiliki makna yang lebih mendalam bagi daerah yang kaya akan gas alam, tetapi masyarakatnya masih banyak bergulat dengan kemiskinan.

Pria yang merupakan founder dan pemilik Bandar Gas Madura (Basmara) tersebut mencontohkan salah satunya kekayaan alam di Madura, yang selama bertahun-tahun mengalir keluar dan menghidupi industri besar di Jawa Timur, tetapi belum cukup kuat mengangkat martabat ekonomi rakyat Madura sendiri.

Padahal, menurutnya, Madura bukan pulau miskin sumber daya, tetapi pulau kaya gas. Selama ini, gas alam Madura telah menjadi salah satu penopang utama kebutuhan energi Jawa Timur.

Ia menyampaikan data yang banyak dikutip menyebut gas alam Madura memasok sekitar 70 persen kebutuhan industri Jawa Timur, terutama dari wilayah Kangean di Sumenep melalui jaringan pipa laut.

Karena itu, dirinya berpendapat ketika pemerintah hendak melakukan konversi LPG ke CNG, Madura tidak boleh lagi hanya menjadi penonton.

Dia mengusulkan jika negara hendak membangun ekosistem CNG, maka Madura harus menjadi salah satu pusatnya.

Salah satunya, sambung dia, apabila akan dibangun mother station atau stasiun induk gas untuk memproduksi dan mendistribusikan CNG, di mana induk stasiun itu tidak boleh seluruhnya dikuasai oleh pihak luar.

Gus Lilur mengatakan pemerintah daerah di Madura, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Madura, koperasi lokal, pesantren, dan pengusaha Madura harus diberi ruang sebagai pelaku utama atau setidaknya sebagai mitra strategis.

Ditegaskan ia bahwa stasiun induk CNG bukan merupakan fasilitas biasa, melainkan jantung dari distribusi gas masa depan.

"Dari sana lah gas bumi dikompresi, disiapkan, dan dikirim ke berbagai titik distribusi. Dari sana CNG dapat mengalir ke rumah tangga, UMKM, pesantren, industri kecil, transportasi, pasar, pelabuhan, dan pusat-pusat ekonomi rakyat," tutur dia.

Gus Lilur menilai jika fasilitas strategis tersebut hanya dikuasai oleh konglomerasi besar, maka konversi LPG ke CNG hanya akan mengulang pola lama, yakni sumber daya berasal dari daerah, tetapi nilai tambah mengalir ke berbagai pusat modal.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membidik Compressed Natural Gas (CNG) dapat menggantikan LPG tabung 3 kg mulai tahun ini guna mengurangi ketergantungan impor energi.

“Tahun ini,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika dijumpai di sela acara “CNG & LNG untuk Rakyat” yang digelar di Jakarta, Selasa.

Laode menyampaikan bahwa saat ini sedang berlangsung penyiapan tabung CNG berukuran kecil, sebab CNG memiliki karakteristik yang berbeda apabila dibandingkan dengan LPG.

CNG memiliki tekanan sekitar 250 bar, lebih kuat apabila dibandingkan dengan LPG yang tekanannya berada di kisaran 5–10 bar.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Kawan Jadi Lawan, Vanja Bukilic Terang-terangan Mengaku Ini Kalahkan Megawati Hangestri di V League Musim Depan
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
2.300 Umat Ikuti Misa Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Katedral Jakarta Pagi Ini
• 10 jam laludetik.com
thumb
Big Data Biodiversitas dan Masa Depan Riset Indonesia
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Idul Adha, warga Jakbar diimbau terapkan eco kurban
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
BOGORUN 2026 Sukses Digelar, bank bjb Hadirkan Pengalaman Berlari di Kota Bogor
• 8 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.