Moms, meminta maaf seharusnya menjadi hal sederhana ketika seseorang melakukan kesalahan. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit orang dewasa yang justru sulit mengakui kesalahan dan memilih bersikap defensif.
Seperti kasus yang baru-baru ini ramai diperbincangkan di media sosial. Juri di ajang lomba cerdas-cermat dinilai masyarakat tidak berani bertanggung jawab dan meminta maaf.
Padahal, kemampuan meminta maaf merupakan salah satu bentuk kedewasaan emosional yang penting dimiliki, terutama bagi orang tua. Tapi kenapa ya beberapa orang dewasa sangat sulit meminta maaf?
Kata Psikolog Tentang Alasan Orang Dewasa Susah Minta MaafPsikolog klinis, Gita Aulia Nurani, Mp.Psi, Psikolog menjelaskan bahwa tidak semua orang dewasa memiliki kematangan emosional yang sama dalam mengakui kesalahan.
“Bagi sebagian orang, mengakui kesalahan bisa terasa mengancam wibawa atau harga dirinya. Akibatnya mereka cenderung defensif atau menghindar. Padahal kemampuan meminta maaf justru menunjukkan kedewasaan dan tanggung jawab,” jelas Gita pada kumparanMOM, Rabu (13/5).
Menurutnya, ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang sulit meminta maaf. Salah satunya adalah pola asuh sejak kecil.
“Misalnya jika seseorang dibesarkan di lingkungan yang keras, atau tidak terbiasa diajarkan refleksi diri,” lanjutnya.
Namun, Gita menegaskan bahwa perilaku seseorang tidak hanya dipengaruhi pola asuh saja. Ada beberapa faktor lain yang ikut membentuk cara seseorang menghadapi kesalahan, seperti:
Pengalaman hidup
Lingkungan sosial
Pola belajar sejak kecil
Kemampuan mengelola emosi saat dewasa
Gita juga mengatakan, keberanian orang dewasa untuk mengakui kesalahan dapat menjadi contoh penting bagi anak. Sebab saat melihat orang tua meminta maaf, anak belajar bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang manusiawi.
“Yang terpenting adalah bertanggung jawab serta memperbaikinya. Dari situ, anak juga belajar tentang empati dan cara menyelesaikan konflik dengan sehat tanpa harus selalu merasa paling benar,” tutupnya.





