REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat GP Ansor menetapkan tahun 2026 sebagai momentum pembangunan sumber daya manusia sekaligus transformasi pola kaderisasi organisasi. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kualitas kepemimpinan kader serta arah gerakan organisasi ke depan.
Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin menyampaikan agenda tersebut saat membuka Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan VIII di Pusdik Binmas Polri Semarang, Kamis (14/5/2026).
Baca Juga
GP Ansor Peringati Harlah ke-92 dengan Gowes Sambil Ziarah Akbar
HUT Ke-92 GP Ansor, Konsisten Hadir di Setiap Fase Perjalanan Bangsa
“Tidak ada peradaban yang maju, tidak ada organisasi yang maju tanpa membangun sumber daya manusia,” ujar Addin, Kamis (14/5/2026).
Susbanpim VIII berlangsung pada 12 hingga 17 Mei 2026 dan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Bali, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Addin menegaskan kemajuan organisasi maupun peradaban sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang berada di dalamnya. Karena itu, PP GP Ansor menyiapkan 10 agenda kaderisasi tingkat tinggi hingga Desember 2026 yang tersebar di berbagai zona wilayah Indonesia, mulai dari jenjang LI 1, PKN, Susbanpim, hingga SESKO.
“Transformasi ini tidak hanya menyasar kuantitas, tetapi juga kualitas melalui pembaruan kurikulum, metodologi, narasumber, hingga pola kerja organisasi,” ujar Addin.
Ia juga menekankan jati diri Barisan Ansor Serbaguna atau Banser bukan sekadar pasukan berseragam, melainkan persaudaraan perjuangan yang dibangun atas nilai, tradisi, loyalitas, dan sistem komando yang tertib.
“Sebuah kalimat menjadi bermakna karena ada struktur, fungsi, dan posisi. Begitu pula organisasi, tidak bisa berjalan tanpa struktur, pasukan tidak bisa bergerak tanpa komando, dan gerakan tidak akan berhasil tanpa pembagian tugas,” katanya.
Addin mengingatkan tugas utama kader adalah membangun legasi yang bermanfaat bagi generasi berikutnya. Menurutnya, misi besar GP Ansor melampaui urusan administratif karena menyangkut tanggung jawab menjaga bangsa, negara, agama, serta Nahdlatul Ulama.
“Jadilah pemimpin bagi dirinya dan berikan contoh bahwa sahabat-sahabat adalah sumber inspirasi, sumber moral, dan sumber keteladanan,” katanya.