MALANG, KOMPAS.TV - Sekitar 500 pecinta sepeda motor klasik sejak Kamis siang mulai berdatangan di Kota Malang. Dengan mengendarai sepeda motor yang usianya sudah tidak muda, para pecinta sepeda motor tua ini berkumpul di Graha Tumapel Kota Malang.
Para pecinta sepeda motor klasik ini datang dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan ada peserta yang datang dari Malaysia dan Australia dengan sepeda motornya. Fanny Nurisma, ketua pelaksana kegiatan ini menjelaskan, ada 500 peserta yang terdaftar dalam kegiatan Jelajah Warisan Nusantara ini. Tak hanya sepeda motor dari Eropa dan Amerika, terlihat juga beberapa sepeda motor Jepang yang turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Sepeda motor yang dibawa para peserta tercatat paling tua keluaran tahun 1927. Para peserta ini akan berangkat dari Kota Malang melewati Jalur Lingkar Selatan dan berakhir di Kota Solo. Kota Malang yang memiliki cukup banyak kawasan heritage dipilih menjadi lokasi berkumpulnya pecinta sepeda motor klasik sebelum melakukan perjalanan.
"Jadi, ada motor Eropa, Amerika dan Jepang tetapi non scooter. Untuk motornya sendiri, yang termuda buatan tahun 1976 dan yang tertua tahun 1927," Kata Fanny Nurisma.
Sementara itu, salah satu peserta asal Kendal, Jawa Tengah mengaku tidak ada kendala selama perjalanan dengan sepeda motor klasik ke Kota Malang. Menurutnya, mengendarai sepeda motor klasik memiliki sensasi tersendiri, terlebih saat mendengar deru suara yang keluar dari mesin.
"Turing naik motor antik itu nikmat, apalagi kalau mendengar suara mesinnya yang enak didengar." Kata Dian.
Kegiatan yang mengumpulkan para pecinta sepeda motor klasik ini baru pertama kali digelar di Kota Malang. Tak hanya sebagai tempat berkumpulnya para pecinta motor klasik, kegiatan ini juga menjadi sarana mengenalkan potensi wisata heritage di Kota Malang.
Penulis : KompasTV-Malang
Sumber : Kompas TV
- pecinta motor klasik
- motor klasik
- berita Malang





