JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Imam Basori atau akrab disapa Ibas tiada henti menghadirkan terobosan di bidang keamanan lingkungan warga.
Terbaru, Ibas menambahkan fitur keamanan berupa panic button serta pemasangan toa suara malam yang diberi nama “Si Jaga Warga” di enam titik lingkungan.
Menariknya, Ibas menghadirkan pendekatan berbeda melalui penggunaan toa suara malam yang dikemas dengan nuansa budaya Betawi.
Baca juga: Setelah Gerbang Digital, RT di Gandaria Jaksel Siapkan Marketplace RT 11 Mart di Play Store
Menurut Ibas, toa tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media imbauan keamanan, tetapi juga sengaja dipadukan dengan unsur budaya lokal Jakarta agar lebih dekat secara emosional dengan warga.
“Kalau Jakarta berarti kan harus Betawi-nya. Enggak mungkin dong dari Jawa Timur kan enggak nyambung. Nah kalau Betawi-nya kan nyambung nih," kata Ibas saat ditemui Kompas.com, di kediamannya, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan logat Betawi dalam imbauan diharapkan dapat menghadirkan kesan kedekatan dan nostalgia bagi warga, terutama mereka yang memiliki keterikatan dengan budaya lokal Jakarta.
Baca juga: Usai Gerbang Digital dan GPS, RT di Gandaria Jaksel Kini Pasang Panic Button-Toa Malam
“Meskipun logatnya mereka Betawi-nya udah enggak kental ya, tapi dengan kita pakai logat Betawi itu, jadi mereka berasa masih masa lalu," ucapnya.
Lebih jauh, Ibas menyebut pendekatan ini juga bertujuan membangun hubungan emosional antarwarga sehingga muncul rasa memiliki terhadap lingkungan.
“Jadi kita membangun hubungan emosional tadi, dia merasa masyarakat saling memiliki nih lingkungan ini, ada kontribusi kita," kata dia.
Baca juga: Usai Gerbang Digital, Ketua RT di Gandaria Beri GPS ke Warga untuk Lawan Curanmor
Sebagai informasi, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Imam Basori atau Ibas sebelumnya telah menerapkan sistem gerbang akses digital untuk meningkatkan keamanan lingkungan dari ancaman pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Gerbang tersebut ditutup setiap pukul 00.00 WIB hingga 06.30 WIB dan hanya dapat diakses warga menggunakan kartu tap yang dibagikan ke masing-masing rumah.
Selain itu, Ibas juga menyediakan alat pelacak lokasi atau GPS untuk kendaraan warga sebagai keamanan tambahan.
Baca juga: Warga Gandaria Utara Bikin 3 Gerbang Akses Digital Cegah Pencurian, Ongkos Rp 1,2 Juta
Program tersebut menggunakan dana operasional RT dengan harga satu perangkat GPS berkisar Rp 350.000 hingga Rp 400.000 dan dibagikan kepada warga yang terdaftar untuk satu kendaraan per kepala keluarga.
Terbaru, Ibas membuat terobosan dengan menghadirkan fitur keamanan tambahan berupa panic button dan pemasangan toa suara malam di enam titik lingkungan yang dinamai “Si Jaga Warga”.
Toa suara malam berfungsi sebagai pengingat bagi warga, terutama anak-anak dan orang tua, agar lebih waspada terhadap keamanan lingkungan dan aktivitas malam hari.
Baca juga: Ketua RT dan Warga Gandaria Bikin Gerbang Canggih di Gang Sempit, Cegah Maling Motor
“Nah, itu isinya imbauan masyarakat, khususnya anak-anak nih jam malam, jam 22.00 WIB sudah bisa kembali lagi ke rumah, istirahat. Jadi, orangtua diingatkan juga tentang listrik maupun kompor dan juga kendaraan bermotornya,” kata dia saat ditemui di kediamannya, Kamis (14/5/2026).
Sistem ini juga terhubung dengan panic button yang berfungsi sebagai alarm darurat, sehingga saat tombol ditekan pengurus RT dapat segera menyampaikan imbauan melalui pengeras suara untuk meminta bantuan warga jika terjadi insiden.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




