Perjuangan Indonesia dalam membela rakyat Palestina dari blokade dan pengepungan ilegal terus digelorakan melalui misi Global Sumud Flotilla (GSF). Dikutip dari laporan jurnalis Metro TV, Andre Septian, delegasi Indonesia resmi bertolak dari Pelabuhan Albatros Marmaris, Turki, pada Kamis, 14 Mei 2026.
Misi ini menempuh perjalanan panjang melewati Laut Mediterania menuju Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan serta menyuarakan kepedulian dunia atas krisis yang terjadi di Palestina.
Keberangkatan ini dilakukan setelah seluruh partisipan mengikuti pelatihan intensif selama lebih dari satu minggu. Herman Budianto, salah satu relawan asal Indonesia, mengungkapkan bahwa misi jalur laut memiliki kompleksitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan jalur darat, mulai dari masalah perizinan, kondisi laut, hingga diplomasi internasional.
"Ternyata pemberangkatan melalui laut ini sesuatu yang sangat pelik. Panitia harus melakukan hal yang sangat kompleks sehingga kita bisa siap dalam kondisi sekarang ini," ujar Herman dalam program Metro Hari Ini, Metro TV.
Baca Juga :
Bebas dari Israel, Abu Keshek Berikan Motivasi untuk Aktivis GSFSenada dengan Herman, relawan lainnya, Angga Prasadewa, menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik. Terlebih, misi tanpa kekerasan ini memiliki risiko intersepsi dari pihak zionis Israel. "Pertama yang kami siapkan itu adalah niat, kemudian fisik, dan tentu mental kita. Selama beberapa hari ini mental kita diuji dengan ketidakpastian," ungkap Angga.
Indonesia mengirimkan enam partisipan untuk bergabung bersama lebih dari 500 aktivis internasional lainnya. Misi raksasa ini melibatkan total 59 kapal yang bergerak bersama untuk mendobrak blokade ilegal.
Keterlibatan ini merupakan bukti nyata bahwa bangsa Indonesia konsisten menyuarakan penolakan terhadap genosida di Palestina. Angga Prasadewa menitipkan pesan menyentuh bagi anak-anak di Gaza dan Tepi Barat sebagai penyemangat.
"Pesan saya, kalian tidak sendiri, tunggu kami. Insyaallah banyak orang di dunia ini mempedulikan Palestina. Free Palestine," tegasnya.




