Jadi Bulan-bulanan Israel, Lebanon Adukan Iran ke PBB

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Lebanon secara resmi mengajukan pengaduan terhadap Iran kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tuduhan mencampuri urusan dalam negeri Lebanon dan menyeret negara itu ke perang yang berdampak sangat merusak dengan Israel.

Menurut laporan stasiun televisi Lebanon MTV Lebanon, pengaduan tersebut diajukan oleh Perwakilan Tetap Lebanon untuk PBB Ahmad Arafa yang menyatakan Lebanon memiliki hak menuntut pertanggungjawaban Iran.

Baca Juga :
Survei: Israel Jadi Negara Paling Dibenci di Dunia, Ini Alasannya!
Iran Izinkan Kapal-kapal China Transit di Selat Hormuz

Dalam dokumen itu, Lebanon menuntut pertanggungjawaban internasional Iran atas “pelanggaran berulang” terhadap kewajiban internasional serta keterlibatannya menyeret Lebanon ke dalam perang yang merusak.

MTV melaporkan pengaduan tersebut telah disampaikan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB pada 21 April. Dokumen itu kemudian didaftarkan sebagai dokumen resmi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB dengan nomor S/2026/343.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri mengklarifikasi bahwa dokumen tersebut bukan merupakan pengaduan resmi terhadap Iran, melainkan tanggapan terhadap surat-surat yang dikirim Teheran kepada Dewan Keamanan. Klarifikasi ini muncul setelah beberapa media, termasuk Independent Arabia, melaporkan pengajuan pengaduan pertama Lebanon terhadap Iran di PBB.

Duduk Perkara

Tertanggal 21 April 2026 dan terdaftar dengan nomor referensi S/2026/343, surat tersebut dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal PBB dan kepresidenan Dewan Keamanan oleh perwakilan tetap Lebanon untuk PBB, Ahmad Arafa, yang mengatakan bahwa ia bertindak "atas instruksi dari pemerintah Lebanon." Dokumen tersebut meninjau beberapa korespondensi Iran yang menuduh Israel membunuh diplomat Iran di wilayah Lebanon.

Dalam teks yang ditinjau oleh L’Orient-Le Jour, otoritas Lebanon menuduh Garda Revolusi Iran melakukan "tindakan ilegal yang dilakukan secara terang-terangan menentang keputusan pemerintah Lebanon dan telah menyeret Lebanon ke dalam perang yang menghancurkan," dan merujuk pada "pelanggaran nyata yang dilakukan oleh kedutaan Iran di Beirut terhadap Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik."

Surat tersebut juga membantah versi Iran mengenai peristiwa pembunuhan diplomat Iran di Beirut pada bulan Maret, setelah serangan Israel yang menargetkan sebuah hotel di ibu kota. Menurut Teheran, kedutaan besarnya telah memberi tahu otoritas Lebanon tentang pemindahan para diplomat ini ke Hotel Ramada, yang kemudian menjadi sasaran serangan.

Baca Juga :
Trump dan Xi Jinping Sepakat Soal Selat Hormuz: Jalur Minyak Dunia Tak Boleh Ditutup Iran
Iran Larang Keras Senjata AS Dikirim Lewat Selat Hormuz!
Inggris Kerahkan Kapal Perang hingga Jet Tempur untuk Misi Keamanan Selat Hormuz

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ditanya Alasan Ngarang Cerita Dihamili Pejabat, Ayu Aulia: Keren Kan Kalau Sama Bupati
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Jelang Puncak Haji, Satgas Armuzna Dibentuk untuk Atur Mobilitas Jemaah
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Bea Cukai Soetta Diduga Intimidasi Ibu Bawa Mainan Kartu Pokémon hingga Menangis
• 21 jam lalueranasional.com
thumb
Hampir 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Masa Depan Indonesia dalam Bahaya
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
MPR Hargai Keputusan SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Final Ulang Lomba Cerdas Cermat
• 12 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.