Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengkritik pemain sepak bola muda Barcelona, Lamine Yamal, karena mengibarkan bendera Palestina saat merayakan kemenangan gelar juara klubnya. Katz menyebut tindakan Yamal sebagai penghasut kebencian.
Dilansir AFP, Jumat (15/5/2026), Yamal yang berusia 18 tahun mengibarkan bendera Palestina berukuran besar dari atas bus terbuka selama parade kemenangan tim di Barcelona pada hari Senin. Parade tersebut menarik sekitar 750.000 orang untuk merayakan gelar liga yang diraih sehari sebelumnya, kata otoritas setempat.
Katz lantas mengutuk aksi Yamal tersebut. Ia menyebut Yamal menebarkan kebencian.
"Lamine Yamal memilih untuk menghasut kebencian terhadap Israel sementara tentara kita memerangi organisasi teroris Hamas, sebuah organisasi yang membantai, memperkosa, dan membakar anak-anak, perempuan, dan orang tua Yahudi pada 7 Oktober (2023)," tulis Israel Katz.
Yamal, yang beragama Islam, memposting foto dirinya memegang bendera Palestina di akun Instagram-nya.
Sementara itu, Pemerintah Spanyol dan sebagian besar penduduknya sangat kritis terhadap perang genosida Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina sebagai tanggapan atas serangan yang dipimpin Hamas pada tahun 2023 di Israel selatan.
Telah terjadi reaksi global terhadap Israel atas dampak kemanusiaan dari perang di Gaza, yang telah menyebar ke olahraga dan budaya. Protes telah terlihat di sepak bola, bersepeda, dan bola basket.
(maa/maa)





