Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - WS, wanita asal Surabaya menjadi korban love scamming sebesar Rp2,1 miliar oleh warga asal Kabupaten Cirebon keturunan Kamerun mendapat perhatian dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).

KDM menyoroti kasus penipuan dan perampokan bersenjata setelah WS bersuara di ruang publik. Ibu asal Surabaya itu pernah menyampaikan surat terbuka berisi tiga halaman dalam konferensi pers di Cirebon, Senin (8/12/2025).

Dalam momen itu, WS meminta bantuan kepada KDM. Ia pun membacakan surat yang ditujukan kepada Gubernur Jabar agar segera menangkap pelaku yang mengaku sebagai pegawai UNICEF.

"Surat Terbuka untuk Bapak Dedi Mulyadi. Pak Dedi Mulyadi, saya memohon pertolongan Bapak. Saya mengalami penipuan dan perampokan yang dilakukan warga Bapak. Warga Bapak menipu dan merampas uang saya sebanyak Rp2,1 miliar dengan sangat kejam dan tak berhati. Saya ditipu dan dirampok dengan metode kejahatan yang disebut dengan metode love scam," tulis WS dalam surat terbuka tersebut dikutip tvOnenews.com, Jumat (15/5/2026).

Kronologi Wanita Surabaya Jadi Korban Kasus Penipuan Lewat Love Scamming Warga Cirebon Keturunan Kamerun

Ibu tunggal asal Surabaya, WS menunjukkan identitas warga Cirebon keturunan Kamerun yang menjadi pelaku kasus penipuan dan perampokan bersenjata lewat metode love scamming
Sumber :
  • tvOneNews

WS menceritakan kronologi dirinya menjadi korban penipuan dan perampokan bersenjata. Pelaku yang melakukannya merupakan warga Kabupaten Cirebon.

WS menyebut pelaku bernama Heric Simphorien Mbouya. Sementara, pelaku mengaku sebagai warga negara Prancis bernama William Lebaux.

Berdasarkan hasil penelusuran, Heric Simphorien Mbouya merupakan pria keturunan Kamerun. Pelaku merupakan warga Perumahan Kedawung Regency, Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Terkait menjadi korban love scamming, hal ini bermula saat WS menginap di sebuah apartemen menara di Jakarta pada September 2024. Kala itu, ia akan terbang ke Australia untuk mengikuti lomba maraton.

"Saya lagi treadmill pagi, saya ada keperluan dekat situ jadi saya menginap di situ," ujar WS.

WS mengaku di momen itu tiba-tiba didekati oleh seorang pria dan memperkenalkan diri bernama William Lebaux. Pelaku mengaku bekerja di UNICEF.

Pelaku menjelaskan kepada WS bahwa dirinya akan kembali ke Prancis. Sebab, Heric mengaku sudah satu bulan berada di Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kembangkan JIS Sebagai Stadion Bola dan Tempat Konser, Jakarta Belajar dari Stadion di Italia
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Dari Rumah ke Rumah, Rudianto Lallo Salurkan Bantuan Sembako di Makassar
• 15 jam laluharianfajar
thumb
76 Indonesian Downhill 2026 Makin Ekstrem! Trek Baru Lebih Curam dan Panjang
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Indonesia dan Jerman Perkuat Infrastruktur Mutu Industri untuk Dorong Daya Saing Ekspor
• 12 jam lalupantau.com
thumb
KPK Usut Relasi Saksi dengan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi
• 11 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.