REPUBLIKA.CO.ID, BATURAJA, – Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, telah menangani sebanyak 611 kasus diare selama periode Januari hingga Mei 2026. Sebagian besar kasus tersebut dialami oleh anak-anak dan ditangani di rumah sakit setempat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan OKU, Andi Prapto, menyatakan bahwa tidak ada korban meninggal dunia akibat diare ini. Penyakit ini rentan menyebar karena penurunan kualitas air Sungai Ogan, yang menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari masyarakat di Kabupaten OKU Timur. Penurunan kualitas air ini menyebabkan bakteri yang dapat memicu penyakit seperti diare.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan OKU menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan melibatkan tenaga kesehatan di seluruh puskesmas. Kampanye ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga pola makan dan kesehatan untuk mencegah penyebaran penyakit. Masyarakat juga disarankan untuk rutin mengonsumsi sayur dan buah serta melakukan olahraga pagi.
Andi Prapto menambahkan, "Yang paling utama adalah menghindari mengonsumsi air sungai. Jika terpaksa, pastikan air tersebut sudah matang sebelum dikonsumsi."