VIVA – Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Asia saat AFC menjatuhkan sanksi denda fantastis senilai Rp3,5 miliar serta hukuman tanpa penonton kepada Persib Bandung akibat kerusuhan di Liga Champions Asia 2. Kabar pahit ini menjadi berita yang paling banyak menyita perhatian pembaca sepanjang Kamis, 14 Mei 2026.
Sementara itu dari Eropa, Manchester City sukses memanaskan persaingan gelar juara Liga Inggris dengan Arsenal setelah melibas Crystal Palace, dan Inter Milan berhasil mengunci gelar double usai membungkam Lazio di final Coppa Italia.
Di dalam negeri, sorotan juga tertuju pada kritik tajam Bung Ropan terhadap pelatih Timnas U-17 serta peran krusial Persijap Jepara yang kini menjadi penentu gelar juara Super League musim ini.
Berikut 5 artikel terpopuler VIVA.co.id di kanal Bola sepanjang Kamis, 14 Mei 2026:
5. AFC Hukum Besar-besaran Persib Bandung! Denda Rp3,5 Miliar hingga Stadion Ditutup Tanpa Penonton- Antara
Kabar pahit datang untuk Persib Bandung setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi berat akibat kerusuhan yang terjadi pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions Asia 2 melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Februari lalu.
Tak hanya diganjar denda fantastis, Maung Bandung juga harus menerima hukuman bermain tanpa penonton pada kompetisi AFC berikutnya.
Dalam rilis resmi AFC yang diterbitkan Rabu 13 Mei 2026, Persib dijatuhi denda sebesar 200 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,5 miliar. Selain itu, klub kebanggaan Bobotoh tersebut diwajibkan menjalani dua pertandingan kandang tanpa kehadiran suporter.
“Persib Bandung (IDN) diperintahkan untuk membayar denda total sebesar USD200.000/- yang harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini dikomunikasikan sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etika AFC,” tulis AFC dalam keputusannya.
Tak berhenti di situ, AFC juga menjatuhkan sanksi penutupan stadion secara penuh untuk dua pertandingan kandang Persib di kompetisi klub Asia.
Baca selengkapnya
4. Bung Ropan Sebut Timnas U-17 Era Kurniawan Levelnya Jauh di Bawah Nova Arianto usai Gagal ke Piala Dunia U-17




