Harga Emas Melemah Tertekan Penguatan Yield Treasury & Dolar AS

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas di pasar spot melemah pada perdagangan Kamis (15//20265) seiring penguatan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan dolar AS yang mengimbangi permintaan aset safe haven akibat kembali memanasnya tensi di Selat Hormuz.

Melansir Kitco, harga emas spot diperdagangkan di kisaran US$4.650,30 per troy ounce atau turun 0,80% pada akhir perdagangan Kamis.  sedangkan harga perak spot berada di level US$83,360 per ons, merosot 4,58% dalam sesi perdagangan.

Dari sisi data ekonomi, penjualan ritel AS pada April naik 0,5% menjadi US$757,1 miliar setelah sebelumnya direvisi meningkat 1,6% pada Maret. Secara kumulatif, penjualan periode Februari hingga April tumbuh 4,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, klaim awal tunjangan pengangguran AS meningkat 12.000 menjadi 211.000 pada pekan yang berakhir 9 Mei. Adapun continuing claims naik 24.000 menjadi 1,782 juta pada pekan yang berakhir 2 Mei.

Kombinasi data tersebut menghasilkan sentimen campuran bagi pasar logam mulia. Konsumsi masyarakat AS masih cukup kuat, namun pasar tenaga kerja mulai menunjukkan pelemahan di tengah tingkat suku bunga yang tetap tinggi sehingga menekan aset non-yielding seperti emas dan perak.

Di sisi geopolitik, Selat Hormuz masih menjadi variabel risiko utama yang memengaruhi perdagangan energi, emas, dan aset berbasis inflasi. Sebuah kapal yang berlabuh sekitar 38 mil laut di timur laut Fujairah dilaporkan disita dan diarahkan menuju perairan Iran. Selain itu, kapal kargo berbendera India tenggelam di dekat Oman setelah mengalami serangan.

Baca Juga

  • Harga Emas Antam Hari Ini Kamis (14/5), Dibanderol Rp2,83 Juta per Gram
  • Tabel Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Kamis, 14 Mei 2026 & Besaran Pajaknya
  • Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Kamis 14 Mei 2026

Iran terus menegaskan klaim kedaulatannya atas jalur perairan tersebut, yang sebelum perang menjadi rute sekitar seperlima distribusi minyak dunia. Di saat bersamaan, pejabat AS dan China sama-sama menegaskan bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka bagi lalu lintas perdagangan global.

Dampak terhadap emas dinilai bersifat dua arah. Risiko gangguan pelayaran menopang permintaan aset defensif, namun lonjakan harga minyak ke kisaran US$100 per barel memperkuat kekhawatiran inflasi dan menjaga imbal hasil Treasury AS tetap tinggi.

Bagi pasar lainnya, dampak paling nyata terlihat pada harga minyak mentah, premi asuransi pengiriman, pergerakan saham global yang sensitif terhadap biaya energi, serta penguatan dolar AS sebagai aset safe haven.

Di pasar saham, indeks utama Wall Street ditutup menguat. Indeks S&P 500 naik 0,8% ke rekor tertinggi 7.501,24, sedangkan Dow Jones Industrial Average menguat 0,7% ke level 50.063,46. Nasdaq Composite turut naik 0,9% menjadi 26.635,22.

Untuk perdagangan logam berjangka, emas Comex pengiriman Mei ditutup turun 0,42% ke level US$4.678,10 per troy ounce. Sementara itu, perak Comex anjlok 4,47% menjadi US$84,912 per troy ounce, yang menjadi penurunan harian terbesar sejak Maret.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satu Pasien Meninggal Dalam Kebakaran Gedung PPJT RSUD Dr. Soetomo Surabaya
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KONI Kota Kediri Curhat ke DPRD, Usulan Rp21 Miliar Cair Rp6 Miliar
• 23 jam lalurealita.co
thumb
Kebakaran Gedung Jantung RSUD Dr. Soetomo Surabaya, 1 Pasien ICU Meninggal Dunia
• 1 jam laludisway.id
thumb
Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter hingga 17 Mei 2026
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Fernando Emas Apresiasi Polri Tangkap 321 WNA Pelaku Judi Online Lintas Negara
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.