Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, menjadikan kawasan sumber mata air tertua dan bersejarah sebagai wisata edukasi alternatif sekaligus mengenalkan kepada pelajar dan masyarakat.
Sumber mata air yang menjadi salah satu sumber mata air utama yang dimanfaatkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi, itu untuk memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Banyuwangi, yakni Sumber Air Gedor di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro.
"Sangat mendukung PUDAM untuk mengenalkan kawasan ini ke pelajar dan masyarakat, dan ini juga semacam pesan kepada generasi muda bahwa sumber mata air harus dijaga dengan baik dan lingkungan yang melingkupinya," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jumat.
Sumber Air Gendor yang dibangun pada masa kolonial Belanda sejak 1926 dan mulai beroperasi pada 1927 tersebut, lanjut dia, akan menjadi wisata edukasi alternatif, terlebih sumber mata air ini bisa disebut semacam cagar budaya.
Menurut Ipuk, sumber mata air tertua itu berada di tengah hutan dengan pohon-pohon yang tinggi dan rindang, namun tak jauh dari rumah penduduk.
"Suasana terasa sejuk berada di kawasan ini, mengingat kawasan itu berada di lereng Gunung Ijen," katanya.
Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abdurrahman menyampaikan bahwa pelajar bisa melihat langsung sumber ini secara langsung termasuk pengelolaannya, dan pengunjung juga bisa merasakan kesegaran air dari sumber setelah disuling secara sederhana.
Menurut dia, PUDAM Banyuwangi sangat menjaga kawasan itu dan pengelolaan airnya dilakukan secara tertutup untuk menjaga kemurnian dan kejernihan airnya hingga dialirkan ke masyarakat. Selain airnya yang kaya mineral, Sumber Air Gedor tidak pernah kering meski usianya sudah hampir satu abad.
"Airnya kaya akan mineral, sehingga menyehatkan bagi tubuh, dan ini sudah dibuktikan dengan hasil uji laboratorium dari Labkesda," kata Abdurrahman.
Di tempat itu, katanya, anak-anak bisa belajar bagaimana air alam diproses hingga sampai ke rumah-rumah mereka, dan siswa bisa minum langsung kemurnian air sumber tersebut setelah dilakukan penyulingan.
"Di sini siswa bisa melihat bagaimana proses air dari alam ini disalurkan ke rumah-rumah warga, sehingga diharapkan tumbuh kesadaran menjaga lingkungan akan tumbuh sejak dini," ujar Abdurrahman.
Ia menambahkan, siswa juga dikenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan yang ada di sekitar Sumber Air Gedor, karena lokasi sumber air ini memang dikelilingi oleh vegetasi yang cukup lebat. Beragam jenis tumbuhan ada di sana, seperti pohon keluwek, jambu, kemiri dan lainnya.
Sumber mata air yang menjadi salah satu sumber mata air utama yang dimanfaatkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi, itu untuk memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Banyuwangi, yakni Sumber Air Gedor di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro.
"Sangat mendukung PUDAM untuk mengenalkan kawasan ini ke pelajar dan masyarakat, dan ini juga semacam pesan kepada generasi muda bahwa sumber mata air harus dijaga dengan baik dan lingkungan yang melingkupinya," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jumat.
Sumber Air Gendor yang dibangun pada masa kolonial Belanda sejak 1926 dan mulai beroperasi pada 1927 tersebut, lanjut dia, akan menjadi wisata edukasi alternatif, terlebih sumber mata air ini bisa disebut semacam cagar budaya.
Menurut Ipuk, sumber mata air tertua itu berada di tengah hutan dengan pohon-pohon yang tinggi dan rindang, namun tak jauh dari rumah penduduk.
"Suasana terasa sejuk berada di kawasan ini, mengingat kawasan itu berada di lereng Gunung Ijen," katanya.
Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abdurrahman menyampaikan bahwa pelajar bisa melihat langsung sumber ini secara langsung termasuk pengelolaannya, dan pengunjung juga bisa merasakan kesegaran air dari sumber setelah disuling secara sederhana.
Menurut dia, PUDAM Banyuwangi sangat menjaga kawasan itu dan pengelolaan airnya dilakukan secara tertutup untuk menjaga kemurnian dan kejernihan airnya hingga dialirkan ke masyarakat. Selain airnya yang kaya mineral, Sumber Air Gedor tidak pernah kering meski usianya sudah hampir satu abad.
"Airnya kaya akan mineral, sehingga menyehatkan bagi tubuh, dan ini sudah dibuktikan dengan hasil uji laboratorium dari Labkesda," kata Abdurrahman.
Di tempat itu, katanya, anak-anak bisa belajar bagaimana air alam diproses hingga sampai ke rumah-rumah mereka, dan siswa bisa minum langsung kemurnian air sumber tersebut setelah dilakukan penyulingan.
"Di sini siswa bisa melihat bagaimana proses air dari alam ini disalurkan ke rumah-rumah warga, sehingga diharapkan tumbuh kesadaran menjaga lingkungan akan tumbuh sejak dini," ujar Abdurrahman.
Ia menambahkan, siswa juga dikenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan yang ada di sekitar Sumber Air Gedor, karena lokasi sumber air ini memang dikelilingi oleh vegetasi yang cukup lebat. Beragam jenis tumbuhan ada di sana, seperti pohon keluwek, jambu, kemiri dan lainnya.





