Jika Sukses Datangkan Ramadhan Sananta, Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares Juga Berpeluang Boyong Sayuri Bersaudara

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SURABAYA — Kedatangan Bernardo Tavares ke Persebaya Surabaya tampaknya bukan hanya membuka peluang reuni dengan Ramadhan Sananta. Di tengah euforia Bonek menyambut pelatih asal Portugal tersebut, satu nama lain mulai ikut terseret dalam pusaran rumor transfer: Yance Sayuri.

Bahkan lebih jauh lagi, publik mulai membayangkan skenario besar yang bisa terjadi di Surabaya musim depan — duet saudara kembar Sayuri, Yance dan Yakob Sayuri, mengenakan seragam hijau khas Bajul Ijo.

Rumor itu memang belum memiliki dasar resmi. Namun dalam dunia sepak bola Indonesia, hubungan emosional antara pelatih dan mantan anak asuh sering kali menjadi awal dari transfer besar. Dan itulah yang kini mulai dibaca oleh publik Persebaya.

Semua bermula dari sebuah komentar sederhana.

Yance Sayuri mendadak menjadi pusat perhatian setelah memberi dukungan terbuka kepada Bernardo Tavares melalui unggahan resmi Persebaya Surabaya saat memperkenalkan sang pelatih sebagai nahkoda anyar tim.

Dalam kolom komentar, pemain Timnas Indonesia tersebut menulis singkat, “Sukses di klub barunya coach.”

Kalimat pendek itu justru memantik reaksi besar dari Bonek dan Bonita. Banyak yang menganggap komentar tersebut bukan sekadar ucapan formal, melainkan sinyal bahwa hubungan emosional antara Yance dan Bernardo masih sangat kuat.

Kolom komentar akun resmi Persebaya pun langsung dipenuhi ajakan agar Yance ikut hijrah ke Surabaya.

“Datanglah ke Persebaya musim depan,” tulis salah satu Bonek.

Komentar lain bernada lebih santai namun penuh harapan. “Kaka nggak mau ikutan juga ke Surabaya? Yuk bisa yuk kak,” tulis akun lainnya.

Ajakan serupa terus bermunculan. “Ayo idola gabung Persebaya,” tulis salah satu suporter lain yang tampak antusias membayangkan winger eksplosif itu bermain di Gelora Bung Tomo.

Fenomena tersebut menunjukkan satu hal: euforia kedatangan Bernardo Tavares telah membuka imajinasi baru di kalangan pendukung Bajul Ijo.

Bukan tanpa alasan nama Yance begitu diharapkan.

Selama berada di PSM Makassar, Yance Sayuri berkembang menjadi salah satu winger paling berbahaya di sepak bola Indonesia. Kecepatan, kemampuan menusuk dari sisi lapangan, serta agresivitas dalam menyerang membuatnya menjadi senjata penting dalam sistem permainan Bernardo Tavares.

Di bawah tangan dingin pelatih asal Portugal itu, Yance bukan hanya berkembang secara teknis, tetapi juga secara mental dan taktikal.

Chemistry keduanya terlihat sangat kuat di lapangan.

Bernardo dikenal menyukai pemain yang mampu bermain cepat, agresif, dan disiplin dalam melakukan transisi. Karakter tersebut sangat cocok dengan gaya bermain Yance.

Karena itu, dukungan sederhana dari sang pemain langsung dianggap sebagai “kode keras” oleh publik Surabaya.

Menariknya, rumor tidak berhenti pada satu nama saja.

Jika Yance benar-benar bergabung ke Persebaya, maka peluang hadirnya Yakob Sayuri juga mulai ikut diperbincangkan. Sebab selama ini keduanya dikenal memiliki hubungan yang sangat erat, baik di level klub maupun Timnas Indonesia.

Yakob dan Yance bukan sekadar saudara kandung. Mereka juga sering dianggap sebagai paket komplet dalam sepak bola modern Indonesia.

Yakob dikenal memiliki kemampuan menyerang yang lebih direct dengan mobilitas tinggi di sisi sayap. Sementara Yance menawarkan kecepatan eksplosif dan keberanian duel satu lawan satu.

Membayangkan keduanya bermain dalam sistem Bernardo Tavares membuat banyak Bonek mulai berani bermimpi lebih jauh.

Apalagi Persebaya memang sedang membangun proyek besar menuju musim 2026/2027.

Setelah resmi menunjuk Bernardo Tavares, Green Force disebut mulai aktif memburu pemain-pemain yang dianggap cocok dengan filosofi permainan sang pelatih. Sebelumnya, nama Ramadhan Sananta juga ramai dikaitkan dengan Surabaya.

Sananta menjadi sosok yang sangat masuk akal dalam proyek Bernardo. Di bawah asuhan sang pelatih saat musim juara bersama PSM Makassar 2022/2023, striker Timnas Indonesia itu tampil sangat tajam dan berkembang pesat.

Kini peluang reuni tersebut kembali terbuka.

Dan bila Sananta benar-benar datang, lalu disusul Yance serta Yakob Sayuri, maka Persebaya akan memiliki fondasi yang sangat kuat untuk membangun ulang “DNA permainan” Bernardo Tavares.

Bukan hanya soal kualitas individu, tetapi juga chemistry yang sudah terbentuk sejak lama.

Situasi itulah yang kini membuat publik mulai percaya bahwa Persebaya sedang mencoba membangun sesuatu yang lebih besar daripada sekadar tim kompetitif biasa.

Mereka ingin membentuk skuad dengan identitas permainan yang jelas.

Kedatangan Bernardo sendiri memang langsung memunculkan optimisme tinggi di Surabaya. Dalam pengumuman resminya, Persebaya memperkenalkan sang pelatih dengan konsep dramatis yang memancing perhatian publik sepak bola nasional.

Bernardo kemudian menyampaikan pesan penuh optimisme kepada suporter Bajul Ijo.

“Surabaya, aku datang,” tulisnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen Persebaya atas profesionalisme dan kesabaran selama proses negosiasi berlangsung.

Kehadiran Bernardo menjadi simbol dimulainya era baru di Persebaya. Rekam jejaknya bersama PSM Makassar membuat ekspektasi publik langsung meninggi.

Selama menangani Pasukan Ramang, Bernardo sukses membawa PSM menjadi juara Liga 1 2022/2023, finalis AFC Cup Zona ASEAN, hingga semifinal ASEAN Cup 2024/2025. Dalam total 129 pertandingan bersama PSM, ia dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun tim dengan karakter kuat dan mental bertarung tinggi.

Kini tantangan baru menantinya di Kota Pahlawan.

Dan di tengah harapan besar itu, rumor tentang Sayuri bersaudara mulai menjadi bahan mimpi baru bagi Bonek.

Belum ada kepastian. Belum ada negosiasi resmi yang diumumkan. Namun sepak bola sering kali dimulai dari hal-hal kecil — sebuah komentar singkat, hubungan emosional, atau kedekatan dengan pelatih.

Dan saat ini, publik Surabaya mulai merasa bahwa semua kepingan itu perlahan mengarah ke satu kemungkinan besar: Persebaya era Bernardo Tavares bisa saja menjadi “reuni hijau” mantan tulang punggung PSM Makassar, dengan Sayuri bersaudara sebagai bagian paling menarik di dalamnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inter Milan Raih Gelar Ganda Domestik Lagi Setelah 16 Tahun, Terakhir di Era Chivu Dilatih Mourinho
• 20 jam laluharianfajar
thumb
MPR Bakal Segera Bahas Penolakan SMAN 1 Pontianak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Perempuan Autis di Semarang Diduga Diperkosa Oknum LSM, Hamil 5 Bulan
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
ASIX Sinarmas, ITB, & China Mobile Luncurkan Platform AI LIBRA
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
PKH Tahap 2 dan BPNT 2026 Kapan Cair? Penyaluran April-Juni Masih Berjalan, Klik Cek Bansos Kemensos
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.