WASHINGTON, KOMPAS.TV - Menteri Amerika Serikat (AS) yakin China bakal tekan Iran untuk buka Selat Hormuz.
Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Kamis (14/5/2026).
Pernyataan tersebut diungkapkan Bessent usai Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Baca Juga: Trump Sebut Xi Jinping Janji Tak Kirim Peralatan Militer ke Iran, tapi China Tetap Inginkan Ini
Menurut Bessent, China juga memiliki kepentingan di Selat Hormuz.
“Sangat menguntungkan bagi mereka untuk membuka kembali selat itu,” tuturnya kepada CNBC.
“Saya pikir mereka akan bekerja di balik layar sejauh siapa pun memiliki pengaruh atas kepemimpinan Iran,” kata Bessent.
China adalah importir minyak mentah terbesar di dunia, dan seperti dilaporkan Badan Informasi Energi AS, sekitar 10 persen impornya berasal dari Iran, serta lebih dari setengahnya berasal dari Timur Tengah pada 2024.
Menurut Kementerian Keuangan AS, hampir seluruh ekspor minyak mentah Iran menuju China.
“China memiliki kepentingan lebih besar dalam membuka Selat (Hormuz) dibandingkan AS,” kata Bessent.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : CNBC
- amerika serikat
- china
- iran
- selat hormuz
- menteri keuangan as
- scott bessent





