Guru honorer bernama Muhammad Sazli Rais (38) diduga menjadi korban penipuan travel umrah. Dia mengaku kehilangan tabungan Rp 116 juta yang dikumpulkan selama 16 tahun.
Dilansir detikSumbagsel, Jumat (15/5/2026), Sazli mendaftar umrah bersama istri dan neneknya ke salah satu travel. Warga Tempino, Muaro Jambi, itu mendaftar paket umrah selama Ramadan 2026.
"Dari pertemuan itu saya bayar DP Rp 7 juta. Terus kita lunasi semuanya. Saya sudah lunasi pembayaran untuk tiga paket full Ramadan Rp 35,9 juta, totalnya Rp 116 juta untuk tiga orang. Itu tabungan saya selama menjadi honorer sejak 2010," ujar Sazli.
Setelah pembayaran lunas, dia mulai menerima paket kit umrah dari pihak travel seperti tas, kain ihram, dan perlengkapan lainnya. Sazli, istri, dan neneknya dijadwalkan berangkat pada 14 Februari 2026.
Dia telah menjalani manasik dan menggelar doa bersama dengan tetangga. Calon jemaah umrah yang gagal berangkat dikumpulkan oleh pihak travel pada 15 Februari di salah satu hotel di Kota Jambi. Saat itu, pihak travel berdalih keberangkatan bermasalah karena visa belum semuanya keluar.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji membenarkan laporan tersebut. Kata dia, laporan tersebut tengah ditangani penyidik Ditreskrimum Polda Jambi.
"Sudah ditangani Krimum, sudah ada beberapa yang diperiksa. Nanti kami cek update-nya, ya," kata Erlan.
Baca selengkapnya di sini.
(aik/haf)





