Penumpang internasional yang berangkat dari bandara-bandara utama di Thailand kini harus bersiap mengeluarkan uang lebih. Sebab, mulai 20 Juni, penumpang internasional harus membayar biaya layanan bandara 50 persen lebih tinggi dari sebelumnya.
Dilansir VN Express, pihak Airport of Thailand (AOT) mengatakan bahwa biaya layanan penumpang untuk penerbangan internasional di enam bandara yang dikelolanya akan meningkat dari 730 baht (Rp 395 ribu), menjadi 1.120 baht (607 ribu) per orang. Hal ini menegaskan Kembali rencana yang pertama kali diumumkan pada Februari lalu.
Biaya tersebut nantinya akan diterapkan di Bandara Suvarnabhumi, Bandara Internasional Don Mueang, Bandara Internasional Phuket, Bandara Internasional Hat Yai, Bandara Internasional Chiang Mai, dan Bandara Internasional Mae Fah Luang Chiang Rai.
"Tarif penumpang domestik tidak akan berubah, yaitu sebesar 130 baht (Rp 70 ribu) per orang. Pendapatan dari biaya keberangkatan akan digunakan untuk terus meningkatkan infrastruktur keenam bandara tersebut," kata AOT.
Dalam studi yang dilakukan AOT, mereka menemukan bahwa kenaikan PSC tidak akan mempengaruhi keputusan perjalanan penumpang. PSC Thailand juga tetap lebih rendah dibandingkan biaya di banyak bandara luar negeri.
"Penyesuaian tersebut akan meningkatkan pendapatan sekitar 10 miliar baht per tahun. Dana itu juga akan digunakan untuk lebih meningkatkan layanan bandara," ujar AOT.
Adapun proyek yang direncanakan termasuk pemasangan Sistem Pemrosesan Penumpang Umum (Common Use Passenger Processing Systems), perluasan terminal, dan pengembangan proyek Terminal Selatan di Bandara Suvarnabhumi.
Meskipun demikian, kebijakan ini nyatanya memicu kritik dari beberapa pengamat. Mantan Wakil Gubernur Bangkok, Samart Ratchapolsitte, memperingatkan bahwa biaya penumpang di Bandara Suvarnabhumi akan lebih tinggi daripada di beberapa bandara internasional besar, seperti Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan dan Bandara Haneda Jepang.
Ia juga mengatakan bahwa pelancong dengan anggaran terbatas kemungkinan akan merasakan dampak paling besar, mencatat bahwa kenaikan hampir 400 baht (Rp 216 ribu) dapat mendorong harga tiket pesawat menjadi antara 4.000-5.000 baht (Rp 2,2 juta-Rp 2,7 juta), yang mewakili kenaikan 7-10 persen.
Kebijakan tersebut telah memicu perdebatan pada bulan Maret dan April, dengan para kritikus mempertanyakan apakah AOT cukup transparan tentang bagaimana pendapatan tambahan tersebut akan digunakan. Lembaga Penelitian Pembangunan Thailand menyerukan kejelasan yang lebih besar mengenai biaya proyek dan bagaimana dana tersebut akan mendukung rencana perluasan bandara.
Sementara itu, kenaikan biaya ini terjadi ketika maskapai penerbangan menghadapi kenaikan biaya bahan bakar penerbangan yang terkait dengan ketegangan di Timur Tengah, yang menambah tekanan lebih lanjut pada para pelancong.





