Grounding atau Earthing pada Bayi, Ini Manfaat dan Cara Melakukannya

theasianparent.com
2 jam lalu
Cover Berita

Grounding atau earthing pada bayi adalah praktik membiarkan kulit bayi bersentuhan langsung dengan permukaan alam, seperti rumput atau tanah, untuk membantu relaksasi, tidur, dan kesehatan secara umum.

Meski riset ilmiah khusus pada bayi masih terbatas, manfaat paparan alam dan aktivitas di luar ruangan terhadap kualitas tidur, regulasi emosi, dan penurunan stres sudah cukup banyak didukung dalam literatur kesehatan umum.

Artikel Terkait: Optimalkan Kerja Otak Bayi, Ini Manfaat dan Jenis Sensory Play sesuai Usia Apa Itu Grounding atau Earthing pada Bayi?

Secara sederhana, grounding atau earthing adalah aktivitas menghubungkan tubuh langsung dengan permukaan bumi. Misalnya, dengan berjalan atau duduk tanpa alas kaki di atas rumput, tanah, atau pasir.

Dalam konteks bayi dan anak, grounding biasanya berupa membiarkan telapak kaki, tangan, atau kulit mereka menyentuh permukaan alam secara langsung, tentu dengan pengawasan orang tua dan memperhatikan keamanan area tersebut.

Beberapa ulasan kesehatan menjelaskan bahwa grounding termasuk praktik wellness yang relatif berisiko rendah dan lebih dekat ke gaya hidup sehat ketimbang prosedur medis khusus.

Cleveland Clinic, misalnya, menyebutkan bahwa grounding kemungkinan memiliki manfaat fisik dan mental, tetapi bukan terapi pengganti pengobatan modern dan tidak boleh diklaim dapat menyembuhkan penyakit tertentu.

Artinya, grounding pada bayi lebih tepat dipandang sebagai aktivitas stimulasi sensorik dan bonding dengan alam yang bisa melengkapi pola asuh sehat, bukan sebagai “terapi utama” untuk gangguan kesehatan.

Apa Fungsi Earthing untuk Bayi?

Secara teori, earthing diyakini membantu menyeimbangkan sistem saraf dan menurunkan stres melalui kontak langsung dengan alam, yang pada orang dewasa dikaitkan dengan kualitas tidur lebih baik dan berkurangnya stres serta kecemasan.

Paparan alam dan aktivitas di luar ruangan juga diketahui bisa mendukung regulasi emosi, meningkatkan rasa tenang, dan membantu tubuh lebih rileks—efek yang juga bermanfaat bagi bayi yang sering rewel atau sulit tidur.

Selain itu, sentuhan berbagai tekstur alami seperti rumput, pasir, dan tanah memberikan stimulasi sensorik yang penting untuk perkembangan sistem saraf bayi.

Kapan Bayi Boleh Grounding?

Tidak ada panduan resmi khusus dari organisasi pediatri besar yang menetapkan usia pasti kapan bayi boleh mulai grounding, namun secara praktis aktivitas ini bisa dipertimbangkan ketika bayi sudah dapat menegakkan kepala dengan baik dan bisa diajak duduk atau tengkurap dengan stabil, umumnya sekitar usia 6-12 bulan.

Pada fase ini, bayi mulai aktif mengeksplorasi lingkungan dan stimulasi sensorik dari alam dapat menjadi bagian dari aktivitas bermain yang aman selama orang tua mengawasi dengan ketat.

Bagi bayi yang belum bisa berdiri atau berjalan, grounding bisa berupa membiarkan telapak kaki atau tangannya menyentuh rumput bersih sambil dipangku atau ditopang orang tua.

Namun, faktor keamanan tetap nomor satu: pilih permukaan yang bersih, bebas benda tajam, tidak terlalu panas atau dingin, dan jauh dari potensi paparan kotoran hewan atau bahan kimia.

Waktu terbaik biasanya pagi atau sore ketika matahari tidak terlalu terik, dan suhu udara lebih nyaman.

Bagi bayi dengan kondisi medis khusus, kulit sangat sensitif, atau masalah sistem imun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak sebelum rutin melakukan grounding agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan batasan medisnya.

Apa Manfaat Anak Melakukan Earthing atau Grounding?

Pada anak yang lebih besar, berbagai sumber kesehatan menyebutkan bahwa aktivitas di alam, termasuk berjalan tanpa alas kaki di permukaan alami, dapat membantu menurunkan stres, memperbaiki kualitas tidur, dan mendukung kesehatan mental.

Kontak langsung dengan alam dikaitkan dengan penurunan kecemasan, peningkatan fokus, serta emosi yang lebih stabil, karena membantu anak lebih mindful terhadap sensasi tubuh dan lingkungan sekitar.

Manfaat ini selaras dengan temuan lebih luas bahwa bermain di luar ruangan dan aktivitas fisik di alam berhubungan dengan risiko depresi lebih rendah dan kesehatan kardiovaskular yang lebih baik.

Selain aspek emosional, earthing juga berpotensi mendukung aspek fisik seperti kekuatan otot dan koordinasi motorik. Berjalan tanpa alas kaki di rumput atau pasir dapat melatih otot kaki, memperkuat keseimbangan, dan meningkatkan sensori telapak kaki, yang penting untuk perkembangan motorik kasar anak.

Bagaimana Cara Melakukan Grounding atau Earthing pada Anak yang Benar?

Pilih lokasi yang aman: rumput yang bersih, pasir yang bebas sampah, atau tanah yang tidak banyak batu tajam.

Pastikan area jauh dari kotoran hewan, pecahan kaca, atau benda berbahaya lain, dan lakukan pemeriksaan visual terlebih dahulu sebelum melepas alas kaki anak.

Untuk bayi dan balita, orang tua dapat memulai dengan sesi singkat sekitar 10 menit, misalnya dengan mengajak mereka duduk atau berdiri di rumput sambil digendong, dipapah, atau dibiarkan merangkak di area yang benar-benar terawasi.

Pagi atau sore hari biasanya menjadi waktu yang nyaman karena suhu tidak terlalu ekstrem dan anak juga bisa mendapatkan manfaat cahaya matahari yang cukup lembut.

Lalu, perhatikan kenyamanan dan batasan anak: hentikan jika anak tampak tidak nyaman, kedinginan, kepanasan, atau kulitnya menunjukkan tanda iritasi.

Untuk bayi dengan kulit sensitif atau riwayat alergi, orang tua dapat memulai kontak yang sangat bertahap, misalnya hanya menempelkan telapak kaki ke rumput beberapa menit sambil memantau reaksi kulit setelahnya.

Selalu bawa alas atau selimut bersih untuk tempat duduk bayi dan gunakan pakaian yang sesuai cuaca agar mereka tetap hangat atau tidak kepanasan.

Terakhir, setelah sesi grounding selesai, cuci tangan dan kaki anak dengan air bersih dan sabun lembut, lalu periksa kembali telapak kaki dan kulitnya untuk memastikan tidak ada luka, gigitan serangga, atau iritasi.

***

Cleveland Clinic. (2024, April 18). Is earthing actually good for you? Here’s what we know. Retrieved from https://health.clevelandclinic.org/earthing

Healthline. (2019, August 29). What is grounding and can it improve your health? Retrieved from https://www.healthline.com/health/grounding

JAWSpodiatry. (2018, July 15). 7 surprising health benefits of earthing (walking barefoot). Retrieved from https://www.jawspodiatry.com/7-surprising-health-benefits-of-earthing-walking-barefoot/

Mehana Institute. (2023, October 8). Earthing & barefoot walking. Retrieved from https://www.mehanainstitute.com/earthing-barefoot-walking/

Miami Herald. (2026, April 20). Try grounding for Earth Day: Benefits for sleep and stress. Retrieved from https://www.miamiherald.com/living/article315486354.html

National Center for Biotechnology Information. (2015, March 23). The effects of grounding (earthing) on inflammation, the immune response, wound healing, and prevention and treatment of chronic inflammatory and autoimmune diseases. Retrieved from https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4378297/

WebMD. (2024, May 2). Grounding: Techniques and benefits. Retrieved from https://www.webmd.com/balance/grounding-benefits

A Healthier Michigan. (2025, June 21). Does grounding have health benefits? Retrieved from https://ahealthiermichigan.org/stories/mind/the-health-benefits-of-grounding

Green Child Magazine. (2025, July 9). Grounding (or earthing) with kids. Retrieved from https://www.greenchildmagazine.com/grounding-with-kids/

Macy Grim Therapy. (2025, March 3). Benefits of grounding in nature for children’s mental health. Retrieved from https://www.macygrimtherapy.com/blog/benefits-of-grounding-in-nature-for-childrens-mental-health


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Senat AS Setujui Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed yang Baru 
• 22 jam laluerabaru.net
thumb
Hansi Flick Kecewa! Barcelona Baru Juara Malah Tumbang dari Alaves
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Bersaing Ketat dengan Borneo FC, Victor Igbonefo Yakin Persib Bandung Bakal Juara BRI Super League 2025/2026: Peluangnya 90 Persen
• 19 jam lalubola.com
thumb
Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Medan, 3 Orang Ditangkap | BERITA UTAMA
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Jepang Masih Favorit, Tapi Kota-kota Hidden Gems Ini Mulai Diburu Wisatawan Indonesia
• 8 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.