Oknum Petugas Kargo Bandara Soetta Curi Tas Lululemon, Korban Rugi Rp 1 M

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Tangerang -

Satreskrim Bandara Soekarno-Hatta berhasil menangkap oknum petugas kargo di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, terkait kasus pencurian tas bermerek Lululemon. Korban yang merupakan perusahaan ekspor mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar.

"Aksi pencurian itu terjadi dalam kurun waktu dua tahun. Akibatnya, perusahaan ekspor PT Pungkook Indonesia One mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 1 miliar," ujar Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Ketiga tersangka berinisial R alias K, A, dan F. Mereka ditangkap di wilayah Karawaci, Kota Tangerang, pada Rabu (29/4) sekitar pukul 00.30 WIB.

R yang menjadi otak pelaku bekerja sebagai tim operasional ekspor di Kargo Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Bobol Rumah Mewah di Bogor, WN China Bertopeng Messi Sudah 2 Kali Masuk RI

"Tiga orang tersangka berhasil diamankan terkait kasus pencurian dan penadahan barang ekspor berupa tas merek Lululemon," jelasnya.

Kasus tersebut bermula dari laporan Nomor LP/B/48/IV/2026/SPKT/Polresta Bandara Soekarno-Hatta/Polda Metro Jaya tertanggal 27 April 2026 terkait kasus tindak pidana pencurian dan/atau penadahan.

Kronologinya, pada Senin (13/4) pukul 15.30 WIB di area parkir Pergudangan Soewarna Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Korban dalam perkara ini adalah PT Pungkook Indonesia One yang beralamat di Grobogan, Jawa Tengah.

"Perusahaan tersebut sebelumnya mengirimkan sebanyak 4.749 tas merek Lululemon dari Grobogan menuju Shanghai, China, melalui kargo Garuda Indonesia," ujar Kasatreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono.

Kemudian barang dikirim pada Jumat (10/4) dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (13/4), sebelum dijadwalkan diterbangkan ke Shanghai menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 0894 rute Jakarta-Shanghai pada Selasa (14/4).

Baca juga: Dibekuk di Bali, WN China Bertopeng Messi Diduga Mencuri di Negara Lain

"Namun pada 20 April 2026, pihak perusahaan menerima notifikasi dari pelanggan di Shanghai bahwa terdapat 108 tas yang hilang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp 213 juta," jelas Yandri.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan CCTV di area RA BST serta Pergudangan Soewarna, polisi menemukan adanya 40 karton dari total 512 karton yang sengaja disisihkan saat proses pemeriksaan X-ray.

"Tersangka F berperan mengondisikan agar 40 karton tersebut dipisahkan dari pemeriksaan dan dimasukkan ke dalam truk boks," ucapnya.

R merupakan otak pelaku sekaligus eksekutor pencurian dari sindikat ini. Ia bekerja sebagai tim operasional ekspor di Kargo Bandara Soekarno-Hatta. Sementara A berperan membantu eksekusi pencurian dan F bertugas mengondisikan barang agar bisa disisihkan dari jalur pemeriksaan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 80 tas hasil curian dijual kepada seorang penadah berinisial BO dengan harga Rp 300 ribu per buah. Total hasil penjualan mencapai Rp 24 juta," tuturnya.

Baca juga: Terekam CCTV, Maling Sasar Gudang di Tangerang Saat Ditinggal Korban Mudik




(dvp/aik)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tegas! Puluhan Kades di Jombang Tolak Karyawan KDMP Titipan Parpol, Ini Alasannya
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Ubah Desa Manual, UNM Turun Tangan Bawa Smart Village ke Bekasi
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sudah Disambut Xi Jinping Kamis Pagi, Ini Agenda Trump Selama di China
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
MPR Hormati Putusan SMAN 1 Pontianak Tidak Ikut Final Ulang Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Ramalan Karier 15 Mei 2026, 5 Weton Ini Diprediksi akan Mendapat Peluang Emas di Hari Jumat Kliwon
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.