Surabaya, VIVA – Nasib pilu dialami seorang kakek berusia 85 tahun berinisial KC, warga Jalan Jagiran, Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur.
Korban diduga disekap selama satu tahun di sebuah apartemen kawasan Mulyorejo, Surabaya, hingga hartanya dikuras mencapai Rp2 miliar.
Kasus tersebut kini berhasil diungkap Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dua perempuan ditangkap terkait kasus penyekapan tersebut, masing-masing berinisial LA (31), warga Jelambar Fajar, Jakarta Utara, serta DW yang diketahui merupakan asisten rumah tangga.
Ironisnya, tersangka LA disebut merupakan pacar dari anak korban sendiri.
Kasus ini terbongkar setelah pihak keluarga melaporkan korban hilang sejak Oktober 2025. Kecurigaan keluarga muncul usai menerima foto dan pesan suara dari nomor tak dikenal yang meminta sejumlah uang melalui WhatsApp.
Polisi kemudian melakukan pelacakan hingga mengarah ke sebuah apartemen di kawasan Educity, Surabaya. Dari rekaman CCTV, korban diketahui berada di apartemen yang sama dengan tersangka LA, meski berbeda unit.
Saat ditemukan, kondisi korban disebut memprihatinkan. Korban dikunci dari luar tanpa telepon genggam dan hanya diberi makan oleh orang suruhan pelaku.
Selama masa penyekapan, korban juga disebut kerap dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap modus pelaku yang terbilang licik. Tersangka LA awalnya mengajak korban bertemu di suatu tempat. Namun sesampainya di lokasi, korban justru dibawa dan disekap di apartemen tersebut.
Dalam penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang bukti mulai dari buku tabungan, kartu ATM berbagai bank, surat kuasa pencairan dana hingga rekaman CCTV apartemen.
Polisi juga menemukan bukti pencairan deposito dan penarikan tunai dari rekening korban.
Kapolrestabes Surabaya, Luthfie Sulistiawan mengatakan, ATM milik korban terus dikuasai pelaku selama korban disekap.
“ATM itu terus dipegang oleh tersangka dan terus dikuras duitnya sampai kurang lebih dua miliar. Dan setelah kembali ke rumah, ternyata diketahui juga bahwa emas dan perhiasan yang nilainya dikisaran satu kilogram emas itu ternyata juga sudah tidak ada di kamarnya," kata dia, dikutip Jumat, 15 Mei 2026.





