Pantau - Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaj) RI menekankan pentingnya pendampingan intensif bagi jamaah calon haji lanjut usia yang mengalami disorientasi atau kebingungan setelah tiba di Tanah Suci.
“Yang paling penting, jangan ditinggal sendirian. Harus ada yang mendampingi di sampingnya, mengingatkan dia sedang berada di mana dan siapa yang mendampingi,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Puskeshaj RI Dani Pramudy di Makkah, Jumat.
Menurut Dani, kondisi disorientasi pada jamaah lansia kerap terjadi akibat kelelahan perjalanan panjang, perubahan cuaca ekstrem, hingga proses adaptasi lingkungan baru di Arab Saudi.
Ia menyebut proses pemulihan orientasi biasanya membutuhkan waktu sekitar 24 hingga 48 jam.
Puskeshaj Ingatkan Pentingnya Istirahat dan HidrasiSelama masa pemulihan, Dani meminta pendamping memastikan kebutuhan dasar jamaah tetap terpenuhi.
Ia menekankan pentingnya istirahat cukup agar tubuh jamaah bisa kembali pulih setelah perjalanan udara yang panjang.
Selain itu, jamaah juga diminta menjaga asupan nutrisi agar kondisi fisik tetap stabil.
Puskeshaj turut mengingatkan pentingnya hidrasi dengan memperbanyak konsumsi air untuk mempercepat pemulihan kesadaran spasial jamaah.
“Tujuannya agar saat memasuki puncak haji di Arafah, jamaah benar-benar dalam kondisi fit,” kata Dani.
Jamaah Berisiko Tinggi Jadi Prioritas PemantauanSetelah kondisi mulai stabil, jamaah lansia disarankan tidak langsung melakukan aktivitas berat.
Dani menganjurkan proses adaptasi dilakukan secara bertahap mulai dari mengenali area hotel hingga berjalan ringan di sekitar pemondokan sebelum menuju Masjidil Haram untuk menjalani umrah wajib.
Puskeshaj mengidentifikasi jamaah berusia di atas 60 tahun menjadi kelompok paling rentan mengalami disorientasi.
Risiko tersebut meningkat pada jamaah yang memiliki riwayat penurunan daya ingat serta penyakit penyerta seperti diabetes mellitus dan hipertensi.
Karena itu, petugas kesehatan haji akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap jamaah berisiko tinggi hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai.




