Riyadh: Arab Saudi mengecam apa yang disebut sebagai "tindakan provokatif berulang" oleh pejabat pendudukan Israel di Masjid Al-Aqsa, setelah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki kompleks situs suci tersebut.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi kembali menegaskan penolakan mutlak kerajaan terhadap segala tindakan yang dapat merusak status historis dan hukum Yerusalem serta tempat-tempat sucinya.
"Kami mendesak komunitas internasional untuk menghentikan praktik yang melanggar hukum dan norma internasional, serta meminta otoritas pendudukan Israel dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran berkelanjutan terhadap situs-situs suci Islam dan warga sipil Palestina," lanjut pernyataan tersebut, dikutip dari Anadolu, Jumat, 15 Mei 2026.
Baca Juga :
Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Serbu Masjid Al-Aqsa dan Lakukan ProvokasiRekaman video memperlihatkan Ben-Gvir mengibarkan bendera Israel dan menari bersama sekelompok pemukim dengan latar belakang Kubah Batu atau Dome of the Rock.
Video lain juga menunjukkan anggota Knesset Yitzhak Kroizer dari partai sayap kanan Otzma Yehudit milik Ben-Gvir memasuki kompleks masjid sambil mengibarkan bendera Israel.
Seorang pejabat Departemen Wakaf Islam di Yerusalem mengatakan kepada Anadolu bahwa 620 pemukim Israel memasuki kompleks masjid di bawah perlindungan polisi.
Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam di dunia. Sementara umat Yahudi menyebut kawasan tersebut sebagai Temple Mount dan meyakini lokasi itu merupakan tempat berdirinya dua kuil Yahudi pada zaman kuno.
Sejak 2003, polisi Israel mengizinkan para pemukim memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa setiap hari kecuali Jumat dan Sabtu.
Palestina menginginkan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara masa depan mereka dengan merujuk pada resolusi internasional yang tidak mengakui pendudukan Israel atas kota tersebut pada 1967 maupun aneksasi pada 1980.




