Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang bergerak cepat menangani banjir luapan dari lereng Gunung Semeru yang merendam rumah milik 300 kepala keluarga (KK) di Desa Kutorenon, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat dini hari.
"Banjir terjadi akibat tingginya debit air kiriman dari kawasan lereng Gunung Semeru setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Senduro, Gucialit dan Pasrujambe sejak Kamis (14/5) malam," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho di Lumajang, Jumat.
Baca juga: Polisi di Lumajang bantu siswa SD seberangi lahar dingin Semeru
Meski telah memasuki musim kemarau, intensitas hujan di wilayah hulu (Gunung Semeru) cukup tinggi, sehingga menyebabkan aliran sungai meluap ke pemukiman warga di kawasan hilir di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono.
"Tim langsung diterjunkan begitu menerima laporan kejadian untuk memastikan keselamatan warga terdampak. Sejak dini hari seluruh personel telah diterjunkan untuk memastikan keselamatan warga, melakukan evakuasi, serta mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar,” katanya.
Ia mengatakan BPBD bersama TNI, Polri, relawan, perangkat desa, dan unsur terkait melakukan asesmen lapangan, evakuasi warga, hingga penyaluran bantuan logistik darurat kepada korban yang terdampak banjir.
"Petugas juga membantu pemindahan barang-barang rumah tangga dan ternak milik warga untuk meminimalkan kerugian," tuturnya.
Data sementara mencatat sekitar 300 kepala keluarga terdampak di Dusun Biting RW 08, 09, dan 10. Genangan juga terjadi di Dusun Krajan II dan Dusun Sekarputih, Desa Sumberejo dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter di beberapa titik.
Baca juga: Getaran banjir lahar hujan Semeru tercatat lebih dari tiga jam
Baca juga: BPBD: Belasan rumah di Sumberlangsep terendam banjir lahar Semeru
Empat warga yang mengalami gangguan kesehatan telah dievakuasi ke Puskesmas Sukodono untuk mendapatkan penanganan medis.
"Selain itu, BPBD menyalurkan bantuan awal berupa makanan siap saji, lauk kaleng, dan tambahan gizi untuk warga terdampak," ujarnya.
Ia menjelaskan penanganan cepat itu menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam memastikan keselamatan masyarakat saat kondisi darurat sekaligus mempercepat pemulihan di wilayah terdampak bencana.
"Banjir terjadi akibat tingginya debit air kiriman dari kawasan lereng Gunung Semeru setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Senduro, Gucialit dan Pasrujambe sejak Kamis (14/5) malam," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho di Lumajang, Jumat.
Baca juga: Polisi di Lumajang bantu siswa SD seberangi lahar dingin Semeru
Meski telah memasuki musim kemarau, intensitas hujan di wilayah hulu (Gunung Semeru) cukup tinggi, sehingga menyebabkan aliran sungai meluap ke pemukiman warga di kawasan hilir di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono.
"Tim langsung diterjunkan begitu menerima laporan kejadian untuk memastikan keselamatan warga terdampak. Sejak dini hari seluruh personel telah diterjunkan untuk memastikan keselamatan warga, melakukan evakuasi, serta mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar,” katanya.
Ia mengatakan BPBD bersama TNI, Polri, relawan, perangkat desa, dan unsur terkait melakukan asesmen lapangan, evakuasi warga, hingga penyaluran bantuan logistik darurat kepada korban yang terdampak banjir.
"Petugas juga membantu pemindahan barang-barang rumah tangga dan ternak milik warga untuk meminimalkan kerugian," tuturnya.
Data sementara mencatat sekitar 300 kepala keluarga terdampak di Dusun Biting RW 08, 09, dan 10. Genangan juga terjadi di Dusun Krajan II dan Dusun Sekarputih, Desa Sumberejo dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter di beberapa titik.
Baca juga: Getaran banjir lahar hujan Semeru tercatat lebih dari tiga jam
Baca juga: BPBD: Belasan rumah di Sumberlangsep terendam banjir lahar Semeru
Empat warga yang mengalami gangguan kesehatan telah dievakuasi ke Puskesmas Sukodono untuk mendapatkan penanganan medis.
"Selain itu, BPBD menyalurkan bantuan awal berupa makanan siap saji, lauk kaleng, dan tambahan gizi untuk warga terdampak," ujarnya.
Ia menjelaskan penanganan cepat itu menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam memastikan keselamatan masyarakat saat kondisi darurat sekaligus mempercepat pemulihan di wilayah terdampak bencana.





