Palembang: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menemukan sebanyak 319 kasus HIV di wilayah itu hingga April 2026. Pengelola Program HIV/AIDS Dinkes Sumsel Irma Tiara Rizki mengatakan Kota Palembang masih menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Sumatra Selatan.
“Untuk Maret-April 2026, tidak ada peningkatan signifikan. Namun, untuk yang paling tinggi masih sama di Kota Palembang sebagai ibu kota provinsi,” kata Irma di Palembang, Jumat, 15 Mei 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
123 Kasus HIV/AIDS dalam 3 Bulan, Sultra Perketat Skrining Pendatang“Rata-rata yang diperiksa adalah orang-orang yang merasa berisiko. Sejauh ini kasus baru masih didominasi usia dewasa,” ungkap dia.
Dinkes Sumsel terus menggencarkan program mobile clinic atau layanan pemeriksaan keliling di sejumlah daerah, seperti Palembang, Banyuasin, Prabumulih, dan Ogan Komering Ilir (OKI). Program tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan skrining HIV kepada kelompok rentan dan populasi kunci. Dalam pelaksanaannya masih terdapat tantangan di lapangan, karena tidak semua masyarakat bersedia menjalani tes HIV.
“Respons dari populasi kunci menerima, karena sebelumnya sudah ada pendekatan dan dibantu kawan komunitas. Tetapi, ada juga yang menolak tidak mau dites, hanya mau penyuluhan saja,” ujarnya.
Ilustrasi- HIV/AIDS. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Selain pemeriksaan lapangan, Dinkes Sumsel juga terus memberikan edukasi ke sekolah-sekolah guna meningkatkan pemahaman pelajar terkait pencegahan HIV sejak dini. Para pelajar kini mulai memahami bahaya seks bebas, serta informasi yang benar mengenai cara penularan HIV.
“Anak sekolah, mereka tahu akan bahaya seks bebas dan informasi yang tepat terkait penularan HIV sebagai langkah pencegahan sejak dini,” kata Irma.




