Iran mulai mengizinkan sejumlah kapal China melintasi Selat Hormuz berlaku sejak Rabu (13/5/2026) malam waktu setempat, sesuai dengan protokol pengamanan yang ditetapkan Iran.
Kantor berita semiresmi Iran, Fars, melaporkan pada Kamis (14/5/2026) bahwa setidaknya 30 kapal telah berhasil melintasi selat strategis tersebut sejak Rabu malam.
Seorang pejabat senior Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa berbagai negara telah menerima rute yang ditentukan Iran untuk melewati wilayah tersebut.
Baca Juga: Tak Bayar Iran Sepeserpun, Kapal Jepang Maju Menembus Blokade Selat Hormuz
Iran memperketat pengawasan atas Selat Hormuz sejak 28 Februari 2026, setelah melarang kapal-kapal milik atau berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat menyusul serangan gabungan kedua negara terhadap wilayah Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi seluruh kapal komersial dari berbagai negara, selama mereka bersedia bekerja sama dengan angkatan laut Iran untuk melintasi jalur perairan tersebut.
“Iran tidak menghalangi pelayaran melalui selat itu,” tegas Araghchi. Ia justru menuding Amerika Serikat yang memberlakukan blokade di wilayah tersebut. Araghchi berharap situasi dapat segera diatasi dengan dicabutnya “blokade ilegal” yang dilakukan AS.





