Jakarta: Keberadaan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Rorotan, Jakarta Utara, dapat menjadi sebuah harapan. Pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif ini tetap perlu dukungan kedisiplinan masyarakat.
"Keberhasilan RDF sangat bergantung pada pemilahan sampah di hulu," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi dalam keterangan tertulis, Jumat, 15 Mei 2026.
Baca Juga :
Pengelolaan Sampah Pesisir Dorong Peningkatan Ekonomi SirkularSaat ini, RDF Rorotan baru mampu mengolah sampah sekitar 400 hingga 700 ton per hari. Kapasitas ini direncanakan akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 1.000 ton per hari pada akhir 2026.
Namun, kapasitas maksimal RDF Rorotan nantinya diproyeksikan hanya sebesar 2.500 ton per hari. Angka tersebut masih jauh di bawah total timbulan sampah harian Jakarta yang mencapai kurang lebih 9.000 ton per hari.
Ilustrasi sampah. Foto: Dok. Medcom
Hal ini menegaskan keberadaan pabrik pengolahan saja tidak cukup. Perlu menempatkan peran masyarakat melalui Gerakan Pilah Sampah di tingkat rumah tangga.
"RDF merupakan bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu yang harus didukung disiplin masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya," kata Dudi.




