Pantau - Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengungkapkan rata-rata satu anak Palestina meninggal dunia setiap pekan di wilayah pendudukan Tepi Barat sejak Januari 2025 akibat kekerasan yang terus berlangsung.
UNICEF Catat 70 Anak Palestina TewasJuru Bicara UNICEF James Elder menyampaikan sedikitnya 70 anak Palestina meninggal dunia dalam periode Januari 2025 hingga Mei 2026.
“Artinya, 70 anak Palestina meninggal dunia dalam kurun waktu ini. Sebanyak 93 persen di antaranya meninggal di tangan pasukan Israel dan 850 anak lainnya terluka,” kata Elder dalam konferensi pers di Jenewa.
Menurut Elder, tingginya angka korban anak tidak hanya dipicu agresi militer Israel yang intensif, tetapi juga serangan yang telah berlangsung lama di wilayah Palestina.
Ia menyebut mayoritas anak-anak menjadi korban akibat terkena peluru tajam, sementara sebagian lainnya mengalami penusukan, pemukulan, hingga penyemprotan cairan merica.
Pada Maret 2026, UNICEF mencatat jumlah warga Palestina yang terluka akibat serangan pemukim mencapai angka tertinggi dalam 20 tahun terakhir.
UNICEF Desak Perlindungan Anak PalestinaElder menegaskan kekerasan terhadap anak-anak Palestina bukan merupakan insiden terpisah, melainkan pola berkelanjutan pelanggaran hak anak yang serius.
Ia mengatakan serangan juga menyasar rumah, sekolah, infrastruktur air, hingga layanan kesehatan yang menjadi penopang kehidupan warga sipil Palestina.
“Penderitaan mereka tidak dapat dinormalisasi,” tegasnya.
UNICEF mendesak otoritas Israel segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan pembunuhan dan penganiayaan terhadap anak-anak Palestina serta melindungi fasilitas sipil sesuai hukum internasional.
Selain itu, UNICEF juga meminta negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa menggunakan pengaruhnya untuk memastikan hukum internasional dihormati dan diterapkan.




