Terang-Terangan Klaim Al-Aqsa Sudah Mereka Kuasai, Ini 5 Fakta Penyerbuan Oleh Yahudi Ekstrem

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM—Masjid Al-Aqsa pada Kamis hari ini menyaksikan gelombang besar penyerbuan ke halaman-halamannya oleh para pemukim Israel.

Penyerbuan tersebut disertai pelaksanaan ritual Talmud, tarian-tarian provokatif, dan slogan-slogan bernada rasis, dengan keterlibatan sejumlah menteri Israel, anggota Knesset, serta rabi-rabi ekstremis, menjelang dimulainya Pawai Bendera.

Baca Juga
  • Mengapa Masyarakat Mesir Sangat Menghormati Roti dan Menyebutnya 'Isy atau Kehidupan?
  • Mesir Kirim Jet Tempur ke Uni Emirat Arab, Begini Tanggapan Santai Iran
  • Hizbullah, Para Pemburu Mematikan, dan 3 Pesan Kuat untuk Tentara Israel

Peristiwa itu berlangsung bertepatan dengan apa yang oleh Israel disebut sebagai “Hari Penyatuan Yerusalem”, yakni peringatan atas pendudukan Yerusalem Timur pada tahun 1967 menurut kalender Ibrani.

Rangkaian kegiatan tersebut—yang diamankan dengan menjadikan kota suci Yerusalem seperti barak militer oleh pasukan pendudukan Israel—terjadi sehari sebelum peringatan Nakba Palestina 1948 yang jatuh pada Jumat.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Berbagai organisasi dan kelompok pemukim memanfaatkan momentum itu untuk menggalang penyerbuan baru ke Al-Aqsa pada Jumat pagi, untuk pertama kalinya sejak pendudukan Yerusalem hampir enam dekade lalu.

Kondisi ini mendorong para pengamat Palestina menyebutnya sebagai Jumat paling berbahaya, karena dinilai membawa upaya serius Israel untuk memaksakan realitas baru yang semakin mengarah pada proses “Yudaisasi” Yerusalem dan mengancam status historis yang berlaku di Masjid Al-Aqsa.

Berikut ini kejadian menonjol terkait dengan penyerbuan Masjid Al-Aqsa Kamis kemarin, sebagaimana dilansir Aljazeera, Jumat (15/5/2026).

Pertama, Menteri Smotrich di pawai bendera

وزير الأمن القومي الإسرائيلي إيتمار بن غفير يقتحم باحات المسجد الأقصى مرددًا: جبل الهيكل لنا#رقمي pic.twitter.com/Jok6stxj9p

— الجزيرة - قدس (@Aljazeeraquds) May 14, 2026

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Borneo FC Transit di Yogyakarta Sebelum Hadapi Persijap pada Pekan 33 BRI Super League: Pemain Fokus dan Ada Ikatan Batin
• 3 jam lalubola.com
thumb
Tiket Umrah Naik Refund Hak Jamaah Pindah Memakai Airlines Terjangkau
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Xi Jinping: Tiongkok-AS Harus Jadi Mitra, Bukan Rival
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Begini Cara Kapal Jepang Bisa Lolos Melintasi Selat Hormuz di Tengah Perang Iran-Amerika Serikat
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
RSUD Dr Soetomo Surabaya Pastikan Pasien Meninggal Bukan Akibat Asap Kebakaran
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.