BEIJING, KOMPAS.TV - Kementerian Luar Negeri China menegaskan tidak ada gunanya bagi Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan perang di Iran.
Hal ini disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China usai pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping, Jumat (15/5/2026).
Donald Trump diketahui berkunjung ke China mulai Rabu (13/5) hingga Jumat (15/5). Trump dilaporkan membahas sejumlah isu dengan Xi Jinping, termasuk perang di Iran.
"Tidak ada gunanya melanjutkan konflik tersebut yang mana seharusnya tidak pernah terjadi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China dikutip Anadolu, Jumat (15/5).
"Untuk menemukan cara menangani situasi ini, bukan hanya kepentingan AS dan Iran saja, tetapi juga negara-negara di kawasan dan seluruh dunia."
Baca Juga: Iran Izinkan Kapal China Lewat Selat Hormuz Sejak Kemarin, IRGC: Kapal Musuh Tetap Diblok
Juru bicara Kemlu China tersebut menambahkan, pihak-pihak terkait seharusnya menyambut momentum de-eskalasi untuk melanjutkan perundingan damai.
Menurutnya, pihak-pihak terkait semestinya mengupayakan penyelesaian politis dan mencapai kesepakatan.
Lebih lanjut, juru bicara itu menekankan pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz. Beijing pun menyerukan agar komunitas internasional menjaga rantai pasok tetap stabil.
"Penting untuk mencapai gencatan senjata permanen dan komprehensif sesegera mungkin, agar perdamaian dan stabilitas kembali ke Timur Tengah dan Teluk secepat mungkin, menaruh fondasi untuk membangun arsitektur keamanan berkelanjutan di kawasan," kata juru bicara tersebut.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- perang iran
- xi jinping
- donald trump
- kunjungan trump ke china
- iran





