Jakarta, ERANASIONAL.COM – Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan Polri.
Apresiasi itu atas keberhasilan Polri membongkar jaringan perjudian online lintas negara yang melibatkan 321 warga negara asing (WNA).
Menurut Fernando, langkah tegas Polri tersebut menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat, khususnya rakyat kecil yang selama ini menjadi korban utama praktik judi online ilegal.
“Langkah Polri ini adalah bentuk konkret dari kecerdasan konsep Presisi yang dicanangkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sebuah keberpihakan yang nyata kepada rakyat, terutama bagi mereka yang selama ini menjadi korban,” ujar Fernando, Jumat (15/5/2026).
Ia menilai, pengungkapan kasus tersebut bukan sekadar capaian penegakan hukum biasa, melainkan bukti nyata hadirnya konsep policing modern yang bekerja untuk melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan digital yang semakin masif.
Fernando menegaskan bahwa perjudian online lintas negara telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Korban terbesar, kata dia, berasal dari kalangan menengah ke bawah yang tergiur janji keuntungan instan hingga akhirnya kehilangan tabungan, terjerat utang, bahkan mengalami keretakan rumah tangga.
Menurutnya, tindakan Polri dalam membongkar jaringan internasional tersebut secara langsung telah memutus rantai eksploitasi terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan.
“Apresiasi kami disampaikan karena langkah ini menyentuh kepentingan rakyat yang paling fundamental, yaitu perlindungan dari kejahatan yang menggerogoti kehidupan masyarakat dari dalam,” tegas Fernando.
Ia juga berharap langkah pemberantasan judi online terus diperkuat melalui pengawasan digital yang lebih ketat, kerja sama lintas lembaga, serta penindakan tegas terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan perjudian internasional. []





