TNGR evakuasi seorang pendaki yang meninggal di Gunung Rinjani

antaranews.com
3 minggu lalu
Cover Berita
Mataram (ANTARA) - Petugas gabungan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melakukan evakuasi terhadap seorang pendaki bernama Endang Subarna (48) asal Jawa Barat yang dilaporkan meninggal dunia di kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) saat melakukan pendakian.

"Setelah ada informasi, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan dan evakuasi terhadap korban," kata Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan peristiwa yang dialami korban bermula ketika melakukan pendakian bersama rombongan melalui pintu pendakian melalui jalur Sembalun dengan didampingi porter dan tour organizer, pada Kamis (14/5) pagi hari.

Selanjutnya, korban dan rombongan tiba di pos 4 dan rombongan pendakian istirahat, karena cuaca hujan dengan didampingi 2 guide untuk berteduh.

Baca juga: TNGR: Korban kecelakaan di jalur pendaki Gunung Rinjani dievakuasi

Sekitar pukul 16.00 Wita hujan reda, kemudian rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pelawangan Sembalun.

"Namun sekitar 15 menit jalan kaki korban membuka jas hujan nya dan melanjutkan jalan kaki beberapa langkah korban menunduk, terjatuh pingsan di jalur pendakian," katanya.

Oleh guide yang mendampingi korban dilakukan penanganan awal, seperti menyadarkan dengan memanggil nama korban, namun tidak direspon.

"Kebetulan di jalur tersebut ada seorang dokter yang melakukan pendakian, kemudian atas arahan dokter tersebut di berikan pertolongan terhadap korban namun korban masih belum sadar," katanya.

Baca juga: Balai TNGR bangun rest shelter di kawasan Gunung Rinjani

Mendapatkan informasi tentang adanya kecelakaan terhadap pengunjung pada pos 4 jalur pendakian Sembalun, petugas melakukan koordinasi dengan tim evakuasi (EMHC).

Selanjutnya tim EMHC segera menghubungi guide yang bersama korban untuk melakukan assessment dan kondisi korban mengalami gagal nafas dan dilakukan proses RJP (resusitasi jantung paru) oleh petugas dengan arahan tim medis dari EMHC.

Proses evakuasi dilakukan secara cepat oleh tim gabungan untuk memastikan korban segera mendapatkan penanganan medis, namun korban tidak bisa diselamatkan atau meninggal dunia.

"Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dibawa turun oleh tim rescue menuju Puskesmas Sembalun, sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Selong," katanya.

Baca juga: Balai TNGR lacak pergerakan wisatawan saat mendaki Gunung Rinjani

Baca juga: Balai TNGR ingatkan pendaki lebih waspada saat mendaki di musim hujan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wacana Dewan Kesejahteraan Buruh Batal, Diganti Posisi Penasihat Khusus yang Diisi Said Iqbal
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Honda Prelude Usai Handover Muncul di Bursa Mobil Bekas, Harga Rp 1,4 Miliar
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Penulis Cilik Hadir di Tengah Tantangan Literasi, Alya Buktikan Anak Indonesia Mampu Berkarya
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Spanyol dan Uruguay Difavoritkan Lolos, Grup H Piala Dunia 2026 Siap Sajikan Persaingan Ketat
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Menteri Turki Bikin Marah Israel karena Bilang Akan Bebaskan Yerusalem
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.