Nunggak Biaya RS Rp 16,2 Juta, Lansia Korban Penusukan di Tangsel Sempat Tak Bisa Pulang

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Lansia bernama Yani (60), yang menjadi korban penusukan di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, sempat tidak bisa pulang dari rumah sakit.

Penyebabnya karena keluarga belum mampu melunasi biaya pengobatan sebesar Rp 16,2 juta.

Anak korban, Riko (29), mengatakan, ibunya baru diperbolehkan pulang pada Rabu malam setelah pihak keluarga meminta kebijakan cicilan kepada rumah sakit.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Satpam di Malang

Alhamdulillah nyokap sudah pulang, sekarang sudah di rumah. Sebenarnya dari Sabtu sudah boleh pulang, cuma administrasinya belum selesai,” kata Riko saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Gang Buntu, Pondok Aren, Tangsel, Jumat (15/5/2026).

Menurut dia, total biaya pengobatan ibunya selama dirawat mencapai Rp 43,3 juta.

Namun pihak keluarga pelaku penusukan sebagai penanggung jawab hanya menyanggupi pembayaran sebesar Rp 27 juta sehingga masih tersisa tunggakan Rp 16,2 juta.

Baca juga: Kronologi Penusukan Lansia di Tangsel, Diserang dari Belakang Saat Gendong Cucu

Riko mengaku akhirnya meminta keringanan kepada Rumah Sakit Sari Asih agar sisa biaya tersebut dapat dibayar secara mencicil.

“Saya minta kebijakan dari RS Sari Asih untuk bisa diangsur pembayarannya. Kekurangan sekitar Rp 16,2 juta,” kata dia.

Dari Rp 16,2 juta itu, Riko mendapatkan bantuan donasi dari relawan sebesar Rp 5 juta.

Baca juga: Golkar Imbau Kader Tenang dan Sabar Merespons Penusukan Nus Kei

Kemudian uang tersebut digunakan untuk membayar uang muka sehingga sisa tunggakan menjadi sekitar Rp 11,2 juta.

“Saya menyanggupinya sebulan cuma Rp 700.000. Jadi saya angsuran 16 kali bayar,” kata Riko.

Dengan skema tersebut, Riko memperkirakan cicilan baru akan lunas pada September 2027.

Riko mengaku kondisi itu cukup berat karena saat ini dirinya sedang tidak bekerja.

Baca juga: Golkar Harap Kadernya Tak Terpancing Emosi Usai Kasus Penusukan Nus Kei hingga Tewas

Ia menceritakan bahwa dirinya sempat bekerja sebagai petugas keamanan di Bank Mandiri sebelum memutuskan resign.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kini, ia berencana mencari penghasilan dengan menjadi pengemudi ojek online demi membayar cicilan rumah sakit ibunya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota DPRD Jember Minta Maaf karena Main Gim dan Merokok Saat Rapat
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Virgoun Curhat Usai Anaknya Lahir, Singgung Orang Sok Suci dan Masa Lalu
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Jemaah Haji Indonesia Kloter Terakhir dari Madinah Tiba di Mekkah | KOMPAS PETANG
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Siap War Tiket! BABYMONSTER Bakal Konser di Jakarta pada Oktober 2026
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Viral! Rekaman CCTV Mahasiswi Unpad Dikejar dan Dilindas Pria Bermotor
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.