Indonesia Pasok Pupuk ke Australia, Mentan Amran Terima Telepon Julie Collins

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Australia berterima kasih kepada Indonesia atas dukungan pupuk di tengah situasi ketidakpastian global dan tekanan geopolitik dunia.

Apresiasi itu disampaikan Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia Julie Collins melalui sambungan telepon kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

BACA JUGA: Lepas Ekspor Pupuk ke Australia Senilai Rp 7 T, Mentan Amran Bidik India hingga Brasil

Percakapan berlangsung dalam suasana hangat dan akrab.

Mentan Amran mengatakan, pemerintah Australia menilai langkah Indonesia mengekspor pupuk memiliki arti penting dalam menjaga ketahanan sektor pertanian di kawasan.

BACA JUGA: Pupuk Indonesia Salurkan 737.125 Ton Pupuk Subsidi di Pulau Sumatera

“Menteri Pertanian Australia menyampaikan terima kasih karena Indonesia telah membantu menyuplai pupuk ke Australia di tengah tantangan geopolitik global. Ini menunjukkan Indonesia makin dipercaya dan diperhitungkan dalam menjaga stabilitas pangan kawasan,” ujar Mentan Amran, Jumat (15/5).

Menurut Amran, kondisi tersebut menunjukkan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mendukung kebutuhan negara lain.

BACA JUGA: Hadapi El Nino Godzilla, Mentan Amran Klaim Stok Pangan Aman hingga 11 Bulan ke Depan

Ucapan terima kasih dari pemerintah Australia sebelumnya juga telah disampaikan secara langsung oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese kepada Presiden Prabowo Subianto melalui komunikasi telepon. Hal tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kerja sama pangan antara kedua negara kini berkembang menjadi kemitraan strategis yang makin erat.

“Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih karena Indonesia menyetujui ekspor pupuk ke Australia,” kata Mentan Amran.

Pada pelepasan ekspor perdana pupuk urea ke Australia di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, Kamis (14/5), Mentan Amran menyampaikan bahwa ekspor tersebut menjadi bagian dari kerja sama Government-to-Government (G2G) Indonesia–Australia dalam memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik.

Pada tahap awal, volume ekspor yang dikirim mencapai 47.250 ton. Jumlah tersebut merupakan bagian dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan ditargetkan meningkat menjadi 500.000 ton dengan nilai sekitar Rp7 triliun.

“Ini mencetak sejarah, karena Indonesia mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia. Rencananya Indonesia mengekspor ke Australia sesuai pembicaraan Perdana Menteri Australia dan Bapak Presiden, yaitu 250.000 ton, akan ditingkatkan menjadi 500.000 ton, nilainya kurang lebih Rp7 triliun,” kata Mentan Amran.

Amran menegaskan penguatan industri pupuk merupakan fondasi penting dalam percepatan program swasembada pangan nasional.

Ketersediaan pupuk yang cukup, harga yang lebih terjangkau, serta distribusi yang makin cepat menjadi kunci peningkatan produksi pertanian nasional.

Mentan menegaskan pemerintah tetap mengutamakan kebutuhan pupuk petani di dalam negeri. Ekspor dilakukan karena produksi pupuk nasional berada dalam kondisi surplus sehingga kebutuhan petani Indonesia tetap aman dan terpenuhi.

Saat ini produksi urea nasional ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik sekitar 6,3 juta ton. Indonesia masih memiliki surplus sekitar 1,5 juta ton yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pasar ekspor sekaligus mendukung diplomasi pangan nasional. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Super New Moon Picu Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Maluku
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Piala Presiden 2026 Diikuti 64 Klub, Erick Thohir: Bukti Pemersatu Bangsa
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Anggota DPRD Jember Minta Maaf karena Main Gim dan Merokok Saat Rapat
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Penulisan Nama Menlu AS Diganti demi Bisa Masuk China
• 13 jam laludetik.com
thumb
Dari Band Legendaris ke Brand Lifestyle, Dewa 19 Bangun Bisnis Nostalgia
• 1 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.