Imbal Hasil Surat Utang AS 30 Tahun Naik ke 5,09%, Jepang Pecah Rekor Sentuh 4%

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) alias US Treasury (yield UST) serta milik Jepang tenor 30 tahun naik masing-masing ke level 5,09% dan 4,03%. 

Berdasarkan data tradingview.com, level yield surat utang kedua pemerintah negara G7 ini mencetak rekor tertinggi baru. Untuk surat utang pemerintah AS, rekor ini setidaknya merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2023.

Obligasi pemerintah Jepang dengan yield yang melampaui level 4% ini bahkan merupakan rekor perdana. Kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah Jepang terlihat cukup konsisten setidaknya sejak 2025 lalu. 

Adapun untuk tenor 10 tahun, yield obligasi pemerintah AS dan Jepang masih berada di level masing-masing 4,5% dan 2,7%. 

Apabila dibandingkan dengan sejumlah negara-negara utama anggota G20, yield obligasi tertinggi untuk tenor 10 tahun masih dipegang oleh Turki sebesar 32,3%. Brasil menyusul dengan yield 14,2%, Meksiko 9,1% dan Afrika Selatan 8,7%. 

Sementara itu, imbal hasil SBN 10 tahun alias obligasi pemerintah Indonesia kini berada di level 6,7%. Besarannya masih di bawah India yakni 7%, tetapi berada di atas Inggris 5,1%, Australia 5% dan Korea Selatan 4,1%. 

Baca Juga

  • Kevin Warsh Jadi Bos The Fed, Begini Nasib Imbal Hasil Obligasi RI
  • Sepekan Ditawarkan, ST016 Telah Ludes Rp5,79 Triliun
  • Yield SBN Melonjak ke 6,74% Saat Rupiah Ambrol Rp17.500 per Dolar AS

Pada akhir April 2026, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa spread atau selisih antara yield SBN dan UST sebesar 83 basis poin (bps) atau antara 5,17% dan 4,34%.

Meski demikian, belakangan pemerintah menaikkan imbal hasil hingga ke level di atas 6% sejalan dengan aksi keluarnya modal asing dari pasar keuangan Tanah Air (outflow).

Untuk membantu menarik kembali aliran modal asing, Bank Indonesia (BI) pun menggunakan instrumen moneter berupa Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sampai dengan 30 April 2026, aliran masuk modal asing masuk (inflow) mencapai US$3,3 miliar. 

"Terutama pada instrumen SRBI dan SBN setelah di triwulan I ada outflow US$1,7 miliar," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta, Kamis (7/5/2026). 

Perry menyebut langkah menaikkan yield untuk menyerap modal di pasar keuangan ini merupakan salah satu dari tujuh langkah guna stabilisasi nilai tukar rupiah. 

Berkat kebijakan tersebut, aliran masuk modal asing secara tahun berjalan (year-to-date) mencapai Rp78,1 triliun ke SRBI. Sementara pasar saham masih mencatatkan outflow sebesar Rp38,6 triliun.

"SBN meskipun di minggu-minggu terakhir sudah inflow, tetapi year-to-date Rp11,7 triliun outflow," kata Perry.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wanita di Semarang Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Terseret Banjir
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam Turun Jumat 15 Mei 2026, Selisih Buyback dan Harga Jual Rp183 Ribu per Gram
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Pep pastikan City dalam kondisi siap hadapi Chelsea
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Promo KAI Daop 8 Surabaya di BBWI Travel Fair 2026, Tiket Kereta Diskon 30 Persen
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Video: Diplomasi Pohon Tua: Babak Baru Hubungan China-AS
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.