Laporan: Muhammad Yusuf AR
FAJAR, MADINAH — Operasional penyelenggaraan ibadah haji gelombang pertama di Madinah resmi berakhir pada Jumat (15/5/2026). Penutupan fase ini ditandai dengan keberangkatan kloter terakhir jemaah haji reguler Indonesia dari Kota Nabawi menuju Mekah, termasuk Kloter 21 Embarkasi Ujung Pandang (UPG 21).
Sejak pagi buta, suasana di sejumlah hotel pemondokan jemaah di Madinah mulai sibuk. Koper-koper diturunkan, bus berjejer di depan hotel, sementara para petugas memastikan seluruh jemaah telah siap meninggalkan kota yang selama beberapa hari terakhir menjadi tempat mereka beribadah dan berziarah.
Selain UPG 21, dua kloter terakhir lainnya yang diberangkatkan yakni KJT 20 dan BTH 14. Total sekitar 1.278 jemaah diberangkatkan menuju Mekah pada hari terakhir operasional gelombang pertama tersebut.
Sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekah, seluruh jemaah terlebih dahulu singgah di Masjid Dzulaulaifah atau Bir Ali untuk mengambil miqat, mengenakan ihram, serta melaksanakan salat sunah sebelum memulai umrah wajib di Masjidil Haram.
Kepala PPIH Daerah Kerja (Daker) Madinah, DR Khalilurrahman, mengatakan seluruh proses pendorongan kloter terakhir berjalan tertib dan sesuai rencana.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Tidak ada persoalan krusial di lapangan. Ini menjadi penanda bahwa operasional gelombang pertama di Madinah selesai dengan baik,” ujar Khalilurrahman kepada Media Center Haji di Bir Ali, Jumat, 15 Mei.
Sejak pukul 06.00 Waktu Arab Saudi (WAS), Khalilurrahman telah berada di lapangan bersama para petugas sektor untuk memastikan proses keberangkatan jemaah berjalan lancar. Ia turut memantau pelepasan jemaah dari hotel hingga mendatangi langsung area miqat Bir Ali.
Di lokasi miqat, Khalilurrahman tampak menaiki sejumlah bus untuk menyapa jemaah satu per satu. Ia menyampaikan pesan agar jemaah menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri menghadapi fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Semoga bapak ibu semua diberikan kesehatan, dimudahkan seluruh ibadahnya, meraih haji mabrur, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat,” katanya disambut ucapan amin para jemaah di dalam bus.
Meski operasional gelombang pertama telah berakhir, masih terdapat sejumlah jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Namun, PPIH memastikan seluruh jemaah sakit tetap dalam pengawasan medis.
Menurut Khalilurrahman, jemaah yang masih dirawat akan diberangkatkan menuju Mekah setelah mendapatkan rekomendasi laik jalan dari tim dokter dengan pendampingan khusus dari petugas.
Di sisi lain, pelayanan petugas di hari terakhir tetap dilakukan penuh semangat meski jumlah jemaah mulai menurun. Petugas sektor maupun layanan Bir Ali tetap disiagakan penuh, terutama untuk membantu jemaah lanjut usia dan disabilitas.
Kepala PPIH Sektor Bir Ali, Divia Ardianto, mengatakan pihaknya menyiapkan layanan khusus berupa golf car untuk membantu mobilitas jemaah lansia yang kesulitan berjalan menuju area bus maupun tempat miqat.
“Kami ingin jemaah lansia tetap nyaman dan bisa merasakan suasana Bir Ali tanpa harus kelelahan berjalan jauh,” ujarnya.
Cuaca panas yang dalam beberapa hari terakhir mencapai 42 derajat Celcius juga menjadi perhatian serius petugas. Jemaah terus diingatkan agar menjaga asupan cairan, menggunakan pelindung diri seperti payung dan masker, serta memperbanyak istirahat sebelum memasuki tahapan ibadah haji yang lebih berat di Mekah dan Armuzna.
Berakhirnya operasional gelombang pertama di Madinah juga menandai pergeseran fokus pelayanan PPIH menuju Mekah. Sebagian besar petugas Daker Madinah akan bergeser membantu layanan puncak haji di Armuzna.
Sementara itu, Daker Madinah nantinya akan kembali diaktifkan untuk menyambut kedatangan jemaah gelombang kedua yang dijadwalkan bergerak dari Mekah menuju Madinah usai puncak pelaksanaan haji.(*/MCH)





