Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan baru industri multifinance pada Maret 2026 didominasi oleh pembiayaan multiguna.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman menyebut porsinya sebesar 48,55% dari total pembiayaan baru atau senilai Rp20,95 triliun.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Riset Core Indonesia Etika Karyani Suwondo menilai fenomena di tengah tekanan daya beli itu menunjukkan bahwa masyarakat justru makin mengandalkan pembiayaan konsumtif.
“Ini didorong oleh fleksibilitas produk pembiayaan multiguna untuk kebutuhan kendaraan dan pinjaman tunai berbasis agunan, serta kebutuhan likuiditas cepat yang tidak bisa dipenuhi oleh perbankan formal. Jadi, ini seperti pola survival,” katanya, dikutip pada Jumat (15/5/2026).
Menurut Etika, dominasi pembiayaan multiguna ini bisa membuat risiko industri pembiayaan lebih sensitif terhadap pelemahan pendapatan rumah tangga dan kenaikan gagal bayar.
Oleh sebab itu, lanjutnya, kualitas pembiayaan dan kemampuan perusahaan menjaga collection akan menjadi kunci utama tahun ini dalam menjaga keberlangsungan industri.
Baca Juga
- Arah Bisnis Leasing 2026: Multiguna Jadi Penopang, STNK Only Jadi Sorotan
- Kredit Multiguna Paling Banyak Dicari Nasabah Baru Multifinance, Ini Alasannya
- Pembiayaan Baru Multifinance Rp78,16 Triliun per Januari 2026, Didominasi Multiguna
“Karena profil risiko multifinance menunjukkan sinyal warning. NPF gross meningkat dari 2,72% pada Januari 2026 menjadi 2,78% pada Februari 2026, lalu 2,83% pada Maret 2026,” beber Etika.
Sebab demikian, untuk bisa terus mendongkrak penyaluran pembiayaan baru, dia mendorong agar multifinance melakukan diversifikasi portofolio dengan perkuat pembiayaan produktif, digitalisasi proses untuk percepatan dan simplifikasi pengajuan, serta memperkuat kolaborasi dengan dealer dan ATPM.
Untuk diketahui, OJK mencatat penyaluran pembiayaan baru industri multifinance pada kuartal I/2026 sebesar Rp43,15 triliun, dengan segmen multiguna yang masih menjadi kontributor utama dalam pembiayaan industri multifinance.
“Perkembangan penyaluran pembiayaan baru dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain dinamika permintaan pembiayaan serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran, sehingga pertumbuhan dapat diimbangi dengan menjaga kualitas pembiayaan,” tutur Agusman dalam lembar jawaban RDK OJK April 2026, dikutip pada Jumat (15/5/2026).





