NEW DELHI, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Aragahchi menyatakan Amerika Serikat (AS) bersikap inkonsisten saat berdiplomasi untuk mengakhiri perang. Dia menyebut AS sebagai pihak yang "tidak bisa dipercaya" dalam diplomasi.
Dalam konferensi pers di sela-sela pertemuan tingkat menlu BRICS hari kedua di New Delhi, India, Jumat (15/5/2026), Araghchi pun menyebut gencatan senjata dengan AS "goyah." Namun, dia menekankan Iran akan memberi kesempatan untuk diplomasi.
"Kami saat ini dalam gencatan senjata meskipun itu sangat goyah. Namun, kami berusaha menjaganya untuk memberi diplomasi kesempatan agar solusi diplomatis yang dinegosiasikan bisa ditemukan," kata Araghchi, dikutip CBS.
Dia menambahkan, sikap inkonsisten AS menjadi ganjalan dalam proses diplomasi. Menurutnya, AS kerap mengirim pesan yang bertolak belakang sehingga memperdalam rasa tidak percaya Iran.
Baca Juga: Menlu Iran Minta BRICS Kecam Agresi AS-Israel: Kami Pertahankan Tatanan Dunia yang Kita Bangun
"Kami sama sekali tidak bisa mempercayai Amerika. Semuanya harus terang dan didefinisikan secara jelas sebelum kesepakatan bisa dicapai," kata Araghchi.
"Setiap hari, (AS) membawa pesan berbeda, kadang kala bahkan dua pesan berbeda dalam satu hari yang memperdalam rasa tidak percaya."
Mengenai penutupan Selat Hormuz, Araghchi menekankan perairan tersebut pada dasarnya terbuka. Dia menyebut Iran akan membolehkan kapal dari seluruh negara untuk melintas, kecuali negara-negara musuh.
Iran menutup Selat Hormuz setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke wilayahnya pada 28 Februari 2026. Serangan AS-Israel dilaporkan membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan ribuan orang lainnya.
Baca Juga: Trump Klaim Xi Jinping Satu Sikap soal Perang Iran: Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- perang iran
- iran
- menlu iran
- perundingan perang iran
- pertemuan menlu brics
- Abbas Araghchi





