REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pertemuan yang berlangsung di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta pada Selasa (12/5/2026), menandai langkah konkret penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi. Di tengah dinamika ekonomi global, Ketua Umum Asosiasi Bursa Kerja Indonesia (ABKI), Drs. Habib Mohsein Saleh Badegel, S.H., M.Sc. menjembatani pertemuan antara Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof Dr Dudung Abdurachman dengan Duta Besar Arab Saudi, H.E. Mr. Faisal Bin Abdullah H Amodi.
Fokus utama pertemuan ini adalah mengeksekusi komitmen investasi besar serta pembenahan fundamental pada sektor pelayanan jamaah haji dan umroh. Pemerintah Arab Saudi menegaskan kembali komitmen investasi senilai lebih dari 40 miliar dolar AS (sekitar Rp640 triliun) di Indonesia.
Baca Juga
Banyak Jamaah Lansia Datang tanpa Pendamping, Petugas Haji Bandara Ambil Alih Layanan Kursi Roda
Di Tanah Suci, Ini Pesan Pengasuh Lirboyo Kiai Kafabihi Machrus untuk Segenap Jamaah Haji
Menuju Puncak Haji, Seluruh Jamaah Haji di Madinah Sudah Didorong ke Makkah
Angka tersebut diarahkan pada sektor-sektor prioritas pembangunan nasional, khususnya energi terbarukan, kelestarian lingkungan, dan proyek strategis lainnya. Investasi masif ini merupakan bagian dari upaya diversifikasi ekonomi kedua negara yang saling menguntungkan dalam jangka panjang.
Bagi Indonesia, kemitraan ini dinilai menjadi dukungan signifikan terhadap ketahanan ekonomi nasional. Sementara bagi Arab Saudi, Indonesia dipandang sebagai mitra utama dalam peta jalan Saudi Vision 2030. Habib Mohsein Saleh Badegel menekankan pentingnya mengawal kolaborasi ini agar berdampak langsung pada penguatan ekonomi umat dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ketua Umum Asosiasi Bursa Kerja Indonesia (ABKI), Drs. Habib Mohsein Saleh Badegel, S.H., M.Sc. menjembatani pertemuan antara Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof Dr Dudung Abdurachman dengan Duta Besar Arab Saudi, H.E. Mr. Faisal Bin Abdullah H. Amodi. - (Dok. ABKI)
“Hubungan Indonesia dan Arab Saudi bukan hanya hubungan diplomatik antarnegara, tetapi juga hubungan persaudaraan yang memiliki nilai historis dan strategis bagi kedua bangsa. Karena itu, sinergi dan kolaborasi yang lebih luas perlu terus diperkuat,” ujar Habib Mohsein Saleh Badegel dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.
Poin krusial lain dalam pembahasan adalah rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah. Proyek ini disebut merupakan atensi langsung dari Presiden RI untuk memberikan solusi permanen terhadap kendala akomodasi dan manajemen pelayanan jamaah Indonesia di Tanah Suci.