Moskow: Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov memastikan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dalam waktu dekat. Saat ini, persiapan kunjungan tingkat tinggi tersebut dilaporkan telah memasuki tahap akhir.
Berbicara dalam konferensi pers di Moskow pada hari Kamis waktu setempat, Peskov menyebutkan bahwa tanggal pasti lawatan itu akan segera diumumkan setelah dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak Beijing.
"Kami akan segera mengumumkannya. Kunjungan ini sedang dipersiapkan. Bisa dikatakan persiapannya sudah selesai, hanya tinggal sentuhan akhir saja," ungkap Peskov, sebagaimana dikutip dari laporan kantor berita Anadolu, Jumat, 15 Mei 2026.
Pertemuan terakhir antara Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping diketahui berlangsung pada 4 Februari 2026 melalui konferensi video, di mana keduanya membahas kerja sama bilateral dan stabilitas strategis global.
Saat ditanya mengenai potensi komunikasi dengan Beijing usai kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Tiongkok baru-baru ini, Peskov menegaskan bahwa kepemimpinan Rusia tetap akan menjalin kontak dengan Xi terlepas dari manuver lawatan pemimpin AS tersebut.
Dalam pengarahan pers yang padat tersebut, Peskov juga menyinggung sejumlah isu krusial lainnya. Terkait rencana pertukaran tawanan perang yang sebelumnya diumumkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Peskov mengonfirmasi bahwa Moskow dan Kyiv tengah mempercepat prosesnya. Ia mengakui bahwa koordinasi daftar nama tawanan adalah bagian tersulit, namun prosesnya berjalan dengan sangat cepat.
Meski membuka jalur pertukaran tawanan, Peskov dengan tegas menolak kemungkinan negara-negara Uni Eropa (UE) bertindak sebagai mediator perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Menurutnya, Eropa saat ini secara efektif telah terlibat langsung dalam perang untuk membela rezim Kyiv.
"Mereka lebih tepatnya merupakan pendukung gagasan untuk memberikan 'pukulan telak' dan 'kekalahan telak' kepada Rusia. Tentu saja, dengan pendekatan seperti itu, hampir tidak mungkin untuk mengklaim peran mediasi," tegasnya.
Lebih lanjut, juru bicara Kremlin itu turut menanggapi reaksi atas uji coba rudal balistik antarbenua Sarmat milik Rusia. Peskov menyebut belum ada respons resmi dari negara asing, meski banyak "kegaduhan" di media yang mencoba meremehkan spesifikasi teknis senjata strategis tersebut.
Di sektor ekonomi, Peskov menjamin Rusia tetap menjadi pemasok energi yang dapat diandalkan bagi mitra seperti India, meskipun ada pembatasan dan sanksi Barat.
Terakhir, saat dimintai tanggapan mengenai kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan kepala kantor kepresidenan Ukraina Andriy Yermak, Kremlin mengaku tidak ambil pusing. Peskov menilai kasus itu murni sebagai masalah internal Kyiv dan para donatur yang uangnya dikorupsi, serta dipastikan tidak akan memengaruhi proses penyelesaian perdamaian antara Moskow dan Kyiv.



