Kasus editan foto vulgar mahasiswi pakai teknologi deepfake yang dilakukan Mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat, berinisial RY bikin geger. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meminta Untan memastikan proses penanganan kasus deepfake berjalan cepat.
"Sejak Senin kemarin, kami sudah berkoordinasi langsung dengan pihak Universitas Tanjungpura untuk memastikan penanganannya berjalan cepat, objektif, dan mengutamakan perlindungan bagi korban," ujar Brian ketika dihubungi detikcom, Jumat (15/5/2026).
Brian memandang kasus deepfake vulgar ini sebagai persoalan yang sangat serius karena menyangkut martabat, privasi, dan rasa aman mahasiswa. Menurutnya, Kampus harus menjadi ruang yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan membangun masa depan.
"Tidak boleh ada pembiaran terhadap tindakan yang merendahkan atau mempermalukan orang lain, termasuk melalui penyalahgunaan teknologi digital dan AI," jelas Brian.
Ia mengapresiasi langkah cepat Untan yang langsung mengaktifkan Satgas PPKPT (Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi) dan melakukan penanganan internal sambil proses pemeriksaan berjalan secara mendalam dan hati-hati.
Menurutnya, AI adalah alat yang sangat powerful untuk pendidikan, riset, dan kemajuan bangsa. Tetapi tanpa nilai moral dan empati, lanjut Brian, teknologi juga bisa disalahgunakan dan melukai orang lain.
"Ke depan, saya mendorong seluruh perguruan tinggi untuk semakin memperkuat literasi etika digital, keamanan digital, serta pencegahan kekerasan berbasis gender dan kekerasan berbasis digital di lingkungan kampus," imbuhnya.
(isa/dhn)





