Persebaya memang tampil dominan dalam efektivitas serangan. Statistik menunjukkan Bajol Ijo mencatat 49 persen penguasaan bola. Dari 19 tembakan yang dilepaskan, 10 di antaranya tepat sasaran. Green Force juga membukukan 12 kreasi peluang serta 47 umpan sukses ke area sepertiga akhir pertahanan lawan. Baca juga: Piala Presiden 2026 Diikuti 64 Klub, Erick Thohir: Bukti Pemersatu Bangsa Efektivitas itu terutama terlihat selepas jeda. Setelah unggul dua gol di babak pertama, Persebaya mengamuk di paruh kedua dan menutup laga dengan kemenangan tujuh gol tanpa balas. Meski demikian, Tavares menyoroti menurunnya reaksi pemain saat kehilangan bola pada penghujung babak pertama.
Menurut dia, situasi itu tidak boleh terulang ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda. “Kami tidak cukup bagus dalam reaksi ketika kehilangan bola pada 10 sampai 15 menit terakhir babak pertama. Kalau itu terjadi lagi saat lawan Persik, kami bisa mendapat masalah,” tegasnya. Pulihkan Kondisi Coach Tavares menilai gol ketiga dan keempat menjadi titik yang benar-benar mematikan perlawanan Semen Padang. Setelah itu, permainan praktis sepenuhnya berada dalam kontrol Persebaya.
Namun, kemenangan besar itu tidak mengubah sikap Coach Tavares. Dia meminta para pemain tetap rendah hati dan fokus pada proses pemulihan karena kondisi skuad belum sepenuhnya ideal.
“Sekarang fokus kami recovery dan melihat kondisi pemain. Beberapa pemain belum 100 persen fit. Kami harus tetap rendah hati dan tidak terlena,” katanya. Baca juga: Hasil Drawing Piala Presiden 2026: Pembagian 16 Grup dan Daftar Lengkap 64 Klub Di tengah euforia kemenangan, Coach Tavares juga menunjukkan respect kepada Semen Padang. Dia berharap Kabau Sirah segera kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.
“Saya sangat menghormati Semen Padang. Indonesia membutuhkan tim seperti mereka di kompetisi tertinggi, apalagi dengan stadion baru dan atmosfer yang bagus,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)





