Daging Dam Haji Disalurkan ke Banyak Negara, dari Sudan hingga Palestina

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKKAH — Daging hasil sembelihan hewan dam haji tidak hanya didistribusikan di dalam Arab Saudi, tetapi turut disalurkan kepada masyarakat di berbagai negara yang membutuhkan dan memenuhi kriteria, termasuk ke Sudan dan Palestina.

Seperti diketahui, jemaah haji membayar denda atau dam jika melanggar wajib haji atau ada dalam kondisi tertentu. Misalnya, jemaah haji Indonesia akan membayar dam karena mengambil Haji Tamattu', yakni melaksanakan umrah terlebih dahulu lalu menjalankan haji.

Pembayaran dam bagi jemaah haji Indonesia dapat dilakukan melalui lembaga resmi Arab Saudi yakni Adahi. Selain itu, pemerintah juga memperbolehkan jemaah haji membayar dan melakukan penyembelihan hewan dam di Indonesia.

Dikutip dari laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), berdasarkan pandangan mazhab Hanafi, daging dam boleh didistribusikan keluar Makkah dengan tetap mengutamakan pendistribusian kepada orang-orang miskin dan membutuhkan di Tanah Suci, kecuali orang-orang miskin di luar Tanah Suci lebih membutuhkan.

General Manager Hady & Adahi Program, Seraj Mohammed Alfelali, menjelaskan bahwa terdapat delapan kriteria dalam penentuan penerima daging dam berdasarkan syariat Islam, termasuk bagi penerima di negara lain. Menurutnya, distribusi daging di antaranya akan diprioritaskan ke wilayah terdampak bencana alam, perang, terjangkit wabah penyakit, maupun kondisi darurat lainnya.

"Berdasarkan hal itu kami menentukan porsi daging yang akan dikirim ke negara-negara tersebut. Jadi, ini tidak konstan, bisa berubah setiap tahun berdasarkan situasi di seluruh dunia," ujar Seraj saat menerima jurnalis dari sejumlah negara, termasuk tim Media Center Haji (MCH) Indonesia di Makkah, Arab Saudi, dikutip pada Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga

  • Dua Pandangan Bayar Dam Haji, Musyrif Diny: Silakan Jemaah Pilih sesuai Keyakinan
  • Makanan Siap Santap untuk Puncak Haji Sudah Tersedia, Jemaah Dapat 15 Kali Makan

Seraj mengungkapkan bahwa daftar negara penerima distribusi daging dam terus berubah mengikuti perkembangan kondisi global dalam beberapa tahun terakhir.

Dia mengungkap sejumlah negara yang menjadi penerima daging dam, di antaranya adalah Palestina, Syria, Sudan, Bangladesh, Somalia, Mauritania, dan Mozambik.

"Selama lima sampai delapan tahun terakhir banyak kondisi yang memengaruhi seluruh dunia, seperti bencana alam, perang, penyakit, dan virus. Jadi tidak tetap, berubah sesuai kondisi setiap tahun," katanya.

Indonesia tidak termasuk negara tujuan distribusi daging dam karena adanya regulasi domestik terkait impor daging dari luar negeri.

"Karena otoritas Indonesia tidak mengizinkan daging yang disembelih di luar Indonesia untuk diimpor. Jadi, ini karena masalah regulasi, bukan alasan lain. Itu regulasi lokal [dari pemerintah Indonesia], bukan dari pihak kami," ujar Seraj.

Adahi Sembelih Hewan Dam hingga 1,2 Juta Ekor dalam Tiga Hari

Seraj mengungkap bahwa kapasitas penyembelihan hingga 1,2 juta ekor hewan dalam 3 hari tasyrik, untuk memenuhi kebutuhan dam jutaan jemaah haji. Fasilitas tersebut mampu menangani penyembelihan hewan dam dalam jumlah sangat besar selama puncak musim haji berlangsung.

"Per hari lebih dari 400.000. Ya, lebih dari 300.000," ujarnya  pada Senin (11/5/2026).

Menurut Seraj, secara total Adahi sebenarnya mampu menangani pemotongan hewan lebih banyak, tetapi kapasitas penyimpanan milik badan tersebut adalah 1,2 juta ekor. Apabila pesanan di atas itu, Adahi dapat menyewa fasilitas penyimpanan daging dari pihak lain.

Pemotongan hewan hingga 1,2 juta ekor itu dilakukan dalam 3 hari atau hari tasyrik. Penyembelihan hewan dam jemaah haji hanya dapat dilakukan pada hari Iduladha dan selama hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah.

Pemerintah menetapkan bahwa seluruh jemaah haji dan petugas haji Indonesia membayar dam melalui Adahi. Pemerintah memastikan bahwa pembayaran dam akan melalui mekanisme yang benar sesuai ketentuan Arab Saudi.

Operasional penyembelihan hewan dam di fasilitas Adahi ditangani sekitar 17.000 pekerja.

Seraj menjelaskan bahwa saat ini Adahi hanya menangani penyembelihan hewan dam dan kurban berupa domba, tidak lagi melayani penyembelihan sapi dan unta sejak pandemi Covid-19. Seluruh proses dilakukan dengan standar kebersihan dan higienitas yang ketat.

Dalam kunjungan yang difasilitasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Arab Saudi bersama Kamar Dagang dan Industri Arab Saudi, para jurnalis diajak melihat langsung proses penyembelihan di fasilitas Adahi di Makkah.

Bisnis turut mengikuti kunjungan tersebut bersama tim Media Center Haji 2026. Area penyembelihan utama berada di lantai dasar dengan kapasitas tampung belasan ribu ekor hewan.

Setelah disembelih, hewan diproses di lantai dua untuk tahap pengulitan dan pemisahan bagian daging. Hanya daging yang akan dibagikan dan diolah, sementara bagian lain seperti kulit dan jeroan akan dipisahkan lalu dibuang.

Adahi menetapkan standar daging hasil sembelihan minimal 9 kilogram untuk setiap orang. Apabila dari satu ekor hewan diperoleh daging kurang dari 9 kilogram, maka Adahi akan menambah selisihnya tanpa membebankan biaya kepada jemaah haji sebagai pembayar dam.

Adahi merupakan program resmi Kerajaan Arab Saudi yang menangani layanan penyembelihan hewan dam dan kurban bagi jemaah haji. Program ini berada di bawah pengawasan otoritas Saudi untuk memastikan proses penyembelihan berlangsung sesuai syariat, higienis, dan terintegrasi dengan distribusi daging ke berbagai negara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Menkeu Purbaya Bilang Daya Beli Warga Masih Aman
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Jepang Umumkan Skuat Piala Dunia 2026 Tanpa Minamino dan Mitoma
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Alasan Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas PBSI
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia dan Belarus Teken Kesepakatan Ekonomi Rp7 Triliun, Perkuat Investasi dan Industri
• 1 jam laludisway.id
thumb
Monopoli dan Ilusi Transisi Energi di Indonesia
• 28 menit lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.