Kemendagri Dorong Transformasi BPBD untuk Hadapi Risiko Bencana yang Kian Kompleks

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Dalam Negeri mendorong transformasi tata kelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna memperkuat layanan kebencanaan di tengah meningkatnya frekuensi dan kompleksitas bencana di Indonesia.

Langkah tersebut diperkuat melalui penerbitan Permendagri Nomor 18 Tahun 2025 tentang Pembentukan, Organisasi, dan Tata Kerja BPBD.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal Zakaria Ali mengatakan pola bencana saat ini menuntut pendekatan baru yang tidak hanya fokus pada respons darurat, tetapi juga pencegahan dan pengurangan risiko.

"Jika bencana besar terjadi malam ini, apakah kita benar-benar siap melindungi masyarakat, atau justru masih akan terkejut ketika dampaknya sudah meluas?” kata Safrizal dalam Sosialisasi dan Focus Group Discussion tingkat nasional implementasi Permendagri Nomor 18 Tahun 2025.

Safrizal menilai kejadian banjir bandang, cuaca ekstrem, dan bencana hidrometeorologi belakangan menunjukkan waktu respons semakin sempit dengan dampak yang semakin luas.

Kemendagri Sebut Indonesia Masuk Negara Risiko Tinggi Bencana

Kemendagri mencatat Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam Indeks Risiko Bencana 2025.

Sebanyak 96,27 persen penduduk Indonesia disebut tinggal di wilayah berisiko bencana.

Sementara itu, kerugian ekonomi akibat bencana mencapai Rp22,85 triliun per tahun.

"Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan alarm keras bagi kita semua untuk segera bertindak. Kegagalan kita dalam memitigasi risiko hari ini adalah jaminan kerugian yang lebih besar di masa depan," ujar Safrizal.

Ia menegaskan pemerintah daerah harus menjadi garda terdepan dalam perlindungan masyarakat karena respons cepat pada 24 jam pertama sangat menentukan keselamatan warga.

"Keselamatan masyarakat tidak boleh dikelola oleh lembaga yang lemah secara struktur. BPBD harus berdiri sendiri agar mampu bertindak cepat dan tepat saat krisis terjadi," katanya.

Kemendagri Perkenalkan Konsep Harmony with Disaster

Kemendagri juga mendorong penguatan sistem penanggulangan bencana melalui pendekatan pencegahan, kolaborasi lintas sektor, desentralisasi, dan kemitraan dengan berbagai pihak.

Pendekatan tersebut melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, sektor swasta, hingga media.

Selain itu, Kemendagri memperkenalkan konsep Harmony with Disaster yang mendorong masyarakat hidup berdampingan dengan risiko bencana secara aman dan berkelanjutan.

"Kita harus berani mendahului bencana, bukan terus tertinggal mengejar dampaknya," ungkap Safrizal.

Pemerintah Australia melalui Program SIAP SIAGA juga menyatakan dukungan terhadap penguatan tata kelola kebencanaan di Indonesia.

"Pemerintah Australia sangat mengapresiasi upaya Kementerian Dalam Negeri dan BNPB atas kepemimpinan dan komitmen berkelanjutan dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana di Indonesia," kata Minister Counsellor Human Development dan Humanitarian Pemerintah Australia Tim Stapleton.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kondisi Memburuk, Satu Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS di Muratara Meninggal
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
AS: Kenaikan harga bensin tak bantu Iran dapat kesepakatan lebih baik
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Belgia Resmi Umumkan Skuad Final Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Padukan Pemain Senior dan Talenta Muda
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Pelindas Mahasiwi Unpad di Gang Sempit Pakai Motor Ditangkap!
• 5 jam laludetik.com
thumb
Intip Garasi Prabowo yang Miliki Kekayaan Rp2,06 Triliun
• 7 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.