Dolar AS Menggila, Mata Uang Asia Kompak Babak Belur Pekan Ini!

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang Asia kompak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini. Rupiah ikut melemah, meski tekanannya tidak sedalam sejumlah mata uang utama Asia lainnya.

Nilai tukar rupiah menutup pekan perdagangan yang pendek di zona hijau, seiring libur panjang pada Kamis dan Jumat. Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan Rabu (13/5/2026) di level Rp17.460/US$. Posisi ini menguat 0,17% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Baca: Rahasia Habibie Menjinakkan Dolar dari Rp16.000 ke Rp6.550

Penguatan ini menjadi angin segar setelah rupiah sempat menembus level psikologis baru Rp17.500/US$ secara intraday pada Selasa dan Rabu. Kendati demikian, secara mingguan rupiah masih tercatat melemah 0,58% terhadap dolar AS.

Sepanjang pekan ini, seluruh mata uang Asia dalam pantauan melemah terhadap dolar AS.

Pelemahan terdalam terjadi pada won Korea Selatan yang ambles 2,48% ke posisi KRW 1.497,73/US$.

Peso Filipina menyusul dengan pelemahan 1,74% ke PHP 61,553/US$, disusul rupee India yang turun 1,67% ke INR 95,96/US$.

Baca: 10 Negara Ini Punya Utang Jumbo ke IMF per Mei 2026, Ada RI?

Tekanan besar juga terlihat pada baht Thailand yang melemah 1,55% ke THB 32,66/US$ dan yen Jepang yang turun 1,35% ke JPY 158,76/US$. Sementara itu, dolar Singapura terkoreksi 1,07% ke SGD 1,28/US$.

Pelemahan yang lebih terbatas terlihat pada dolar Taiwan yang turun 0,83% ke TWD 31,561/US$, ringgit Malaysia melemah 0,74% ke MYR 3,947/US$.

Adapun dong Vietnam melemah 0,17% ke VND 26.350/US$, sementara yuan China menjadi mata uang dengan pelemahan paling tipis di Asia setelah turun 0,13% ke CNY 6,809/US$. 

Kinerja mata uang Asia yang kompak melemah tidak lepas dari penguatan dolar AS sepanjang pekan ini.

Indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat 1,41% ke level 99,284. Penguatan ini menunjukkan dolar AS kembali diburu pelaku pasar, seiring ekspektasi bahwa suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) berpeluang bertahan tinggi lebih lama, bahkan muncul peluang kenaikan suku bunga lagi.

Dolar AS menguat lima hari beruntun pada Jumat dan menuju kenaikan mingguan terbesar dalam dua bulan.

Kenaikan ini terjadi setelah pasar semakin memperhitungkan kemungkinan The Fed masih perlu bersikap lebih ketat untuk menahan tekanan inflasi.

Ekspektasi tersebut ikut terdorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield US Treasury tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,599%, level tertinggi dalam setahun.

Kenaikan yield ini menjadi sinyal bahwa pasar obligasi mulai semakin khawatir terhadap risiko inflasi.

Tekanan harga kembali menjadi perhatian karena pasokan energi melalui Selat Hormuz masih banyak terganggu akibat perang Iran.

Harga minyak yang kembali melonjak membuat kekhawatiran inflasi semakin besar. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melesat ke atas US$105 per barel, sementara Brent naik ke kisaran US$109 per barel.

Kenaikan harga minyak berisiko membuat biaya energi dan transportasi ikut naik. Jika tekanan ini bertahan lama, inflasi bisa kembali sulit turun, sehingga ruang The Fed untuk memangkas suku bunga menjadi semakin terbatas.

Sejumlah pejabat The Fed pada pekan ini juga memberi sinyal bahwa pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas utama. Beberapa pejabat bahkan tidak menutup kemungkinan suku bunga perlu dinaikkan jika tekanan harga terus meningkat.

Baca: Purbaya Minta Warga RI Tak Perlu Panik Dolar Rp17.500, Ini Alasannya

Pasar pun mulai mengubah ekspektasinya. Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 49,5% bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan Desember. Angka ini melonjak dibandingkan 14,3% pada pekan sebelumnya.

Kondisi ini membuat dolar AS semakin kuat di hadapan banyak mata uang dunia. Saat imbal hasil obligasi AS naik dan ekspektasi suku bunga tinggi menguat, aset berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor global.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waka Komisi VI DPR Setuju Satgas Ringkas Izin Dibentuk: Semua Investor Tahu
• 3 jam laludetik.com
thumb
Hasil Practice Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Tempati Posisi 19, Harus Ikuti Q1
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Identitas Dua Maling Motor Penembak Bripka Arya Supena
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Anggota DPRD Jember Syahri Klaim Baru Pertama Kali Main Gim saat Rapat
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Banjir dan Longsor Terjang Tanah Datar, Rumah hingga Jembatan Hanyut
• 10 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.