Iran sebut AS eksploitasi dukungan untuk resolusi Selat Hormuz

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Ontario, Kanada (ANTARA) - Misi tetap Iran untuk PBB menyalahkan Amerika Serikat, Jumat (15/5), karena mencoba menggalang dukungan internasional untuk tindakannya terhadap Iran lewat rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Selat Hormuz.

Dalam unggahan di akun media sosial X, misi tersebut menilai AS memanfaatkan dukungan dari sejumlah negara terhadap rancangan resolusi sepihak bermotif politik itu untuk membangun kesan soal adanya dukungan internasional luas atas tindakan AS yang dinilai ilegal.

"Kini sudah sangat jelas bahwa AS berupaya mengeksploitasi jumlah dukungan—yang disebut sebagai pendukung rancangan resolusi dengan motivasi politik dan sepihak—untuk menciptakan citra palsu sebagai dukungan luas dari internasional terhadap tindakan ilegal yang sedang berlangsung," tulis misi tetap Iran untuk PBB.

Selain itu, upaya AS itu dilakukan untuk membuka peluang bagi aksi militer lebih lanjut di kawasan tersebut.

Baca juga: Iran percaya gencatan senjata tetap berlaku meski tak stabil

Hal itu terjadi setelah AS, bersama dengan Bahrain dan negara-negara Teluk, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, dan Qatar, mengumumkan rancangan resolusi yang diduga untuk membela kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Iran juga memperingatkan negara-negara yang mendukung inisiatif pimpinan AS itu untuk dapat bertanggung jawab jika ketegangan meningkat.

"Jika AS memicu eskalasi baru, maka semua negara pendukung akan berbagi tanggung jawab internasional bersama Washington atas konsekuensi tersebut. Tidak ada alasan politik atau perlindungan diplomatik yang dapat membebaskan mereka dari tanggung jawab karena memfasilitasi, memungkinkan, dan melegitimasi agresi AS," demikian pernyataan tersebut.

Baca juga: Trump isyaratkan operasi militer terhadap Iran berlanjut

Ketegangan regional tetap tinggi sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari hingga memicu serangan balasan oleh Iran terhadap Israel dan sekutu AS di negara-negara Teluk, serta bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April dengan mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan negosiasi di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju atau dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Menlu India dan Iran bahas Selat Hormuz di sela-sela pertemuan BRICS


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Australia Karantina Enam Penumpang Kapal Pesiar Terkait Wabah Hantavirus
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenhaj: Bagi yang Yakini Bayar Dam di RI Silakan, Jika di Saudi Lewat Adahi
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Pemuda Dikeroyok di Pasar Grogol hingga Terjatuh ke Lantai Dasar
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Kapolda Lampung Perintahkan Tembak di Tempat Pelaku Begal
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Prabowo Beli Sapi Kurban 1,05 Ton dari Peternak Bantul
• 20 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.