Pantau - Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat melakukan penanganan darurat pascabanjir yang melanda wilayah Kecamatan Tugu dan Ngaliyan pada Jumat malam.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan seluruh dinas terkait telah diperintahkan turun langsung membantu warga terdampak banjir.
Fokus penanganan saat ini diarahkan pada pembersihan lumpur di jalur vital Silayur dan pencarian seorang warga lanjut usia bernama Maryam (70) yang dilaporkan hanyut akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon.
Data Kecamatan Tugu mencatat sebanyak 313 kepala keluarga terdampak luapan Sungai Plumbon.
Selain itu, tanggul di RT 01 RW 01 dilaporkan jebol sepanjang sekitar 40 meter sehingga memperparah banjir di kawasan permukiman warga.
Hujan Deras dan Luapan Sungai Picu BanjirAgustina menjelaskan banjir dipicu intensitas hujan tinggi di wilayah hulu Ungaran bagian timur dan kawasan Ngaliyan.
Kondisi tersebut menyebabkan limpasan air di Sungai Silandak dan Sungai Plumbon tidak dapat terbendung.
"Meskipun Sungai Plumbon secara teknis berada di bawah kewenangan BBWS, Pemkot Semarang tidak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah darurat," ujar Agustina.
Pemkot Semarang bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana akan melakukan penguatan tanggul menggunakan ribuan sand bag dan trucuk bambu sebagai penahan sementara.
"Kita akan kerahkan personel untuk melakukan penambalan tanggul sementara agar warga merasa aman jika terjadi hujan susulan di wilayah hulu," katanya.
Jalur Silayur Dibersihkan dari Lumpur TebalDinas Pekerjaan Umum Kota Semarang juga melakukan pembersihan lumpur pekat yang menutup jalan di kawasan Silayur, Ngaliyan.
Pembersihan dilakukan menggunakan truk tangki air dan alat berat agar jalur utama penghubung Semarang dan Boja kembali aman dilalui kendaraan.
Pemkot Semarang terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memetakan titik rawan banjir di wilayah Semarang Barat.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti informasi peringatan dini dari instansi terkait.
"Kami berkomitmen untuk mendampingi seluruh warga terdampak hingga situasi kembali kondusif dan aktivitas ekonomi berjalan normal," pungkas Agustina.



