REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memperkuat kolaborasi di bidang seni publik dengan Pemerintah Kota Milan, Italia. Seniman dari kedua kota ini akan menghadirkan workshop dan instalasi seni kota yang dikerjakan bersama dan rencananya digelar pada Juli 2026.
Program tersebut akan menghadirkan workshop dan instalasi seni kota yang dikerjakan bersama oleh seniman Jakarta dan Milan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercantik ruang publik Jakarta sekaligus membuka peluang bagi seniman muda untuk belajar, bertukar pengalaman internasional, dan memperluas jejaring kreatif global.
- Sikapi Putusan MK, Pramono: Jakarta Masih Menyandang DKI
- Rano Karno DKI Bakal Bangun Dua Fly Over di Perlintasan Sebidang
- MK Tolak Uji Materi UU IKN, Gubernur Pramono: Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, dengan Wakil Wali Kota Milan, Anna Scavuzzo, di Balai Kota Milan, pada Selasa (13/5/2026). “Jakarta ingin ruang publik tidak hanya menjadi tempat berlalu lalang, tetapi juga ruang interaksi, kreativitas, dan kebanggaan warga kota. Seni harus hadir dekat dengan masyarakat,” ujar Wagub Rano dalam keterangannya, Jumat (15/6/2026).
Selain itu, kedua kota akan bekerja sama terkait pengembangan ruang kota, ekonomi kreatif, serta ketahanan pangan perkotaan. Delegasi Jakarta juga mempelajari pengelolaan kawasan bersejarah, museum, dan ruang publik di Milan agar tetap hidup, nyaman, serta mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor wisata, budaya, dan aktivitas kreatif.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Selain seni dan budaya, kedua kota membahas penguatan kerja sama ketahanan pangan perkotaan melalui pengembangan urban farming, pengurangan food waste, serta sistem distribusi pangan yang lebih modern dan efisien. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung upaya Jakarta menjaga stabilitas pangan sekaligus mendorong pola konsumsi masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Jakarta juga mendorong kerja sama museum dan pertukaran budaya antara museum di Jakarta dan MUDEC – Museo delle Culture guna memperkuat pendidikan budaya serta membuka akses pembelajaran internasional bagi generasi muda Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Milan turut menyampaikan dukungan terhadap rencana keikutsertaan Jakarta dalam Milan Urban Food Policy Pact sebagai bagian dari komitmen memperkuat sistem pangan kota yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Pemprov DKI Jakarta menegaskan setiap kerja sama internasional dipastikan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari ruang publik yang lebih baik, peluang ekonomi kreatif bagi anak muda, penguatan sektor budaya dan pariwisata, hingga peningkatan kualitas hidup warga kota.
Budaya dalam kehidupan kota
Wagub Rano Karno, menghadiri langsung pelaksanaan Leadership Exchange Programme Jakarta–Milan yang berlangsung di Museo delle Culture atau MUDEC, Milan, pada 9–16 Mei 2026. Program ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Jakarta dan Milan dalam pengembangan kebijakan budaya, seni publik, serta aktivasi ruang kota.
Kegiatan tersebut dihadiri Isabella Valentini (World Cities Culture Forum), Marina Pugliese, perwakilan Pemerintah Kota Milan, serta delegasi dan komunitas budaya dari Jakarta dan Milan. Adapun delegasi Jakarta didampingi Muhammad Aidil Usman dari Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta, Mochammad Shabar Untung selaku Ketua Jakarta Mural Community, serta Lambertus Berto Tukan dari Tim Kurator Jakarta 500 sekaligus Gudskul.
Leadership Exchange Programme merupakan program pertukaran antarkota dunia dalam jejaring World Cities Culture Forum yang bertujuan mendorong pembelajaran langsung dan penguatan implementasi kebijakan budaya antarkota global.
Tahun ini, Jakarta menjadi salah satu dari 19 kota dunia yang terpilih dalam program tersebut dengan mengangkat tema “Public Art and Co-Creation”. Melalui tema tersebut, Jakarta dan Milan mendorong pengembangan seni publik berbasis komunitas melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi budaya, komunitas kreatif, seniman, dan masyarakat.



