Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Tim Indonesia mencetak sejarah di ajang Street Child World Cup 2026 setelah berhasil keluar sebagai juara dunia usai menaklukkan Argentina dalam laga final yang berlangsung dramatis dan penuh emosi.

Namun, kemenangan ini bukan sekadar tentang sepak bola. Ini adalah kemenangan harapan, keberanian, dan suara anak-anak yang selama ini sering tidak terdengar.

Laga final berjalan sengit sejak menit awal. Indonesia unggul lebih dulu melalui gol Reihan pada menit ke-6,25 yang langsung membakar semangat tim Garuda Baru.

Argentina kemudian menyamakan kedudukan menjadi 1-1 hanya satu menit sebelum peluit panjang dibunyikan. Pertandingan pun berlanjut ke adu penalti yang menegangkan.

Tiga penendang Indonesia, Reihan, Topan, dan Deno, sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sementara itu, Samuel tampil sebagai pahlawan setelah berhasil menggagalkan penalti terakhir Argentina dan memastikan Indonesia menjadi juara dunia Street Child World Cup 2026.

Ajang tahun ini diikuti berbagai negara dari seluruh dunia dan menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar angka dalam statistik sosial. Mereka punya mimpi, bakat, dan masa depan yang layak diperjuangkan.

Founder Garuda Baru, Mahir Bayasut, menyampaikan bahwa kemenangan ini harus menjadi momentum untuk melihat isu perlindungan anak secara lebih serius di Indonesia.

Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026
Sumber :
  • istimewa

“Di balik kemenangan ini, ada pesan besar yang tidak boleh kita abaikan. Angka kekerasan terhadap anak masih tinggi, akses pendidikan berkualitas masih belum merata, perlindungan anak di ruang digital juga masih lemah. Bahkan budaya mendengar suara anak pun masih belum tumbuh dengan baik,” ujar Mahir.

Menurutnya, anak-anak sering kali masih dipandang belum mengerti apa-apa, tidak boleh bersuara, bahkan dianggap salah ketika menyampaikan pendapat. Padahal, anak-anak juga memiliki hak untuk didengar dan dihargai pandangannya.

“Belum lama ini publik juga melihat bagaimana sebuah ajang cerdas cermat bisa menjadi perdebatan nasional karena suara dan ekspresi anak dianggap tidak penting. Ini menjadi pengingat bahwa kita masih harus belajar menghargai perspektif anak-anak,” lanjutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ayah Sebut Josepha Sering Tolak Bermain dengan Teman karena Dianggap Buang-buang Waktu, Ungkap Kebiasaan Putrinya yang Bikin Orang Tua Khawatir
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Airlangga dan Menlu Belarus Bahas Kunjungan Presiden Lukashenko ke Indonesia, Bahas Perdagangan dan Investasi
• 1 jam laludisway.id
thumb
Dari Pati, Mensos Gus Ipul Tegaskan Sikap Anti Korupsi
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Sedih Sering Terima Laporan Penyelewengan Pejabat
• 39 menit laluokezone.com
thumb
KAI Daop 1 Jakarta Kejar Target Penutupan 40 Perlintasan Liar Tahun 2026
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.