Masjidil Haram di Makkah memiliki lebih dari 200 pintu masuk. Namun di antara ratusan akses tersebut, terdapat sejumlah gerbang utama yang paling dikenal jemaah haji karena lokasinya strategis dan memiliki sejarah tersendiri.
Gerbang utama Masjidil Haram antara lain King Abdul Aziz, King Fahd, King Abdullah, Umrah, dan Al Fath yang masing-masing memiliki menara ikonik menjulang tinggi, sehingga mudah dikenali para jemaah.
Selama musim haji, akses keluar masuk di gerbang-gerbang tersebut diatur ketat oleh petugas untuk mengendalikan arus jemaah yang sangat padat.
Misalnya saat tim suarasurabaya.net melintas di Gerbang Abdullah dan Gerbang Umrah, pada Sabtu (16/5/2026), petugas sempat menutup akses masuk dan mengarahkan jemaah menuju Gerbang King Fahd.
Gerbang King Fahd di Masjidil Haram, Makkah. Foto: Widya Safitri Suara SurabayaDalam peta Masjidil Haram, gerbang-gerbang itu tersebar di berbagai sisi area masjid untuk memudahkan mobilitas jutaan jemaah dari berbagai negara.
Namun bagi jemaah haji Indonesia yang datang dari Terminal Syib Amir, akses paling dekat menuju area thawaf adalah Gerbang As Salam atau Babussalam.
Gerbang bernomor 24 tersebut memang bukan pintu utama, tetapi menjadi salah satu akses favorit karena langsung mengarah ke area bawah dekat Ka’bah.
Babussalam sendiri memiliki makna “gerbang damai”. Letaknya berada di antara Bukit Safa dan Marwah. Menurut catatan sejarah Islam, Rasulullah SAW disebut pernah melewati pintu ini saat melaksanakan Haji Wada.
Dalam beberapa hadist disebutkan Rasulullah SAW melakukan perjalanan panjang selama sembilan hari dari Dzulhulaifah menuju Makkah. Saat tiba di depan Babussalam, Rasulullah SAW mengangkat tangan, bertakbir, dan berdoa. Doa tersebut kemudian dikenal sebagai doa masuk Masjidil Haram.
Meski demikian, jemaah yang ingin masuk melalui Gerbang As Salam tidak disarankan datang terlalu mepet waktu salat. Sebab, petugas biasanya akan menutup akses tersebut untuk mengatur kepadatan jemaah. Jika ditutup, jemaah umumnya diarahkan masuk melalui Gerbang King Abdul Aziz nomor 1.
Sementara bagi jemaah perempuan, Gerbang King Fahd nomor 79 dan Gerbang Umrah menjadi pilihan yang cukup strategis karena langsung mengarah ke area saf utama wanita. Namun untuk mencapai dua pintu tersebut, jemaah Indonesia perlu berjalan lebih jauh menuju area sekitar WC 6. (wid/bil/iss)




